Musim ke-12 Formula E resmi ditutup dengan akhir pekan yang menegangkan di London. Pascal Wehrlein keluar sebagai juara dunia untuk kedua kalinya, mengukuhkan namanya di papan atas sejarah ajang balap listrik tersebut. Dengan konsistensi dan keberanian di dua seri terakhir, pebalap asal Jerman itu berhasil mempertahankan posisi terdepan hingga bendera finis.
Wehrlein, yang mengendarai Porsche, finis dengan keunggulan tipis lima poin atas Jake Dennis dari Andretti Global. Mitch Evans, rekan setim Wehrlein di Porsche, harus puas menempati posisi ketiga dengan selisih sembilan poin dari sang juara. Ini menjadi musim yang luar biasa bagi Porsche, yang sudah memastikan gelar Konstruktor sebelum balapan terakhir di London.
Namun, ada sedikit kekecewaan di kubu Porsche. Mereka gagal meraih "Triplete" setelah Jaguar berhasil merebut gelar tim dalam balapan pamungkas. Jaguar TCS menutup musim dengan keunggulan 17 poin atas Porsche, memanfaatkan hasil gemilang di Gara 2. Sementara itu, Porsche tetap unggul jauh di klasemen konstruktor dengan selisih 98 poin atas Jaguar.

Pertarungan Sengit di Setiap Tikungan
Musim ini menjadi bukti betapa kompetitifnya Formula E. Oliver Rowland dari Nissan dan Edoardo Mortara dari Mahindra bersaing ketat di posisi empat dan lima, hanya terpaut satu poin. Antonio Felix da Costa dari Jaguar TCS menunjukkan performa impresif di posisi enam, diikuti oleh Nyck De Vries dari Mahindra yang tak kalah konsisten.
Di sisi lain, Nick Cassidy dari Citroen Racing harus puas di posisi delapan, sementara Nico Muller dari Porsche melengkapi posisi sepuluh besar. Persaingan di lini tengah juga tak kalah panas, dengan Taylor Barnard dan Jean-Eric Vergne yang sama-sama mengoleksi 68 poin.
Dampak dan Prospek Musim Depan
Keberhasilan Wehrlein tidak hanya menegaskan dominasinya di ajang ini, tetapi juga memberi sinyal kuat bagi Porsche untuk terus berkembang. Sementara itu, Jaguar yang berhasil merebut gelar tim menunjukkan bahwa mereka adalah kekuatan yang tak bisa dianggap remeh. Musim depan diprediksi akan semakin seru dengan banyaknya pebalap muda berbakat seperti Felipe Drugovich yang mulai menunjukkan tajinya.
Dengan berakhirnya musim ini, Formula E kembali membuktikan diri sebagai salah satu ajang balap paling menarik di dunia. Para penggemar tentu sudah tidak sabar menunggu aksi-aksi spektakuler di musim berikutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!