Formula 1, Sportrik Media - FIA merespons cepat kekhawatiran para pembalap terkait prosedur start menjelang musim Formula 1 2026, dengan menguji urutan start baru selama tes pramusim kedua di Bahrain International Circuit.
Dengan hadirnya regulasi power unit baru yang membagi tenaga 50:50 antara mesin pembakaran dan energi listrik, pembalap kini harus membangun tekanan turbo sebelum start balapan. Hasil latihan start pada pekan pertama tes menunjukkan proses tersebut dapat memakan waktu beberapa detik.
Dalam kondisi normal, pembalap di barisan depan hingga tengah grid masih memiliki waktu untuk menyiapkan turbo sebelum lampu start padam. Namun, mereka yang berada di barisan belakang berpotensi mengalami kerugian besar karena waktu persiapan yang lebih singkat.

Untuk mengatasi potensi masalah tersebut, FIA mengumumkan akan menguji prosedur start berbeda pada setiap hari selama tiga hari tes kedua di Bahrain. Uji coba dilakukan sebagai bagian dari prosedur akhir hari, dengan simulasi start balapan penuh.
Dalam prosedur baru tersebut, sesi akan dihentikan dengan bendera merah sekitar pukul 18.50 waktu setempat. Semua mobil kembali ke pit lane, kemudian melakukan satu formation lap diikuti satu lap tambahan sebelum kembali ke grid untuk simulasi start.
Setelah seluruh mobil berada di posisi start, akan ada peringatan awal berupa panel grid yang berkedip biru selama lima detik. Setelah fase peringatan tersebut, prosedur start normal akan dimulai seperti biasa.
Urutan lengkap prosedur meliputi bendera merah, mobil kembali ke pit lane, antre di fast lane, pit exit dibuka, mobil keluar untuk menuju grid, satu formation lap tambahan, mobil kembali ke posisi start, peringatan biru lima detik, lalu urutan lampu start standar.
FIA juga memastikan bahwa dalam prosedur baru ini, semua pembalap akan menerima peringatan waktu yang jelas untuk mulai membangun tekanan turbo sebelum start.
Pada akhir sesi Rabu, sebelas pembalap yang mengikuti sesi sore telah menjalani simulasi start baru tersebut. Setiap mobil menyisakan satu slot grid kosong di depannya untuk menghindari potensi masalah, dan prosedur berjalan dengan lancar.
Meski beberapa pembalap mengalami wheelspin saat start, FIA menilai solusi sementara ini cukup efektif sebagai langkah awal menjelang dimulainya musim Formula 1 2026.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!