F1, Sportrik Media - FIA memberikan keputusan awal terkait legalitas desain sayap belakang radikal milik Ferrari yang pertama kali terlihat pada sesi tes F1 di Bahrain. Desain tersebut digunakan oleh Lewis Hamilton sebelum programnya terganggu masalah teknis lainnya.
Dalam lima lap awalnya, Hamilton mengoperasikan konfigurasi unik di mana slot gap aero aktif berputar hingga 270 derajat saat terbuka. Berbeda dengan konfigurasi bergaya DRS konvensional yang dijalankan sehari sebelumnya, versi baru ini menciptakan efek aerodinamis yang menyerupai sayap pesawat, menghasilkan lift untuk mengurangi drag lebih jauh dan meningkatkan kecepatan puncak.
Pada sesi berikutnya, Ferrari kembali menggunakan konfigurasi DRS tradisional, namun prinsipal tim Fred Vasseur tidak menutup kemungkinan bahwa varian radikal tersebut dapat digunakan dalam grand prix jika dinilai kompetitif dan sesuai regulasi.

Menanggapi desain tersebut, Direktur Teknis Single-Seater FIA Nikolas Tombazis menjelaskan bahwa regulasi tahun ini memang memberikan kebebasan lebih besar dibanding musim sebelumnya, khususnya terkait batas pembukaan slot gap.
“Kami secara umum mendorong solusi yang mengurangi drag,” ujar Tombazis.
“Itulah sebabnya regulasi DRS tahun lalu yang membatasi jumlah pembukaan slot gap tidak dipertahankan tahun ini. Tujuannya memberi lebih banyak kebebasan, dan solusi Ferrari, menurut kami, sesuai aturan.”
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pendekatan Ferrari berada dalam batas interpretasi teknis yang diizinkan oleh regulasi 2026. Dengan fokus regulasi baru pada efisiensi energi dan pengurangan hambatan udara, inovasi aerodinamika menjadi area eksplorasi utama tim-tim papan atas.
Secara strategis, desain ini berpotensi memberi keuntungan signifikan di lintasan berkarakter kecepatan tinggi, di mana pengurangan drag menjadi faktor krusial dalam mempertahankan deployment energi optimal. Namun, efektivitasnya tetap bergantung pada keseimbangan keseluruhan mobil dan stabilitas saat fase pengereman.
Keputusan awal FIA memberikan kepastian regulatif bagi Ferrari untuk melanjutkan pengembangan konsep tersebut. Seberapa sering desain ini akan muncul dalam balapan resmi akan ditentukan oleh hasil korelasi data dan dampaknya terhadap performa lintasan sepanjang musim F1 2026.



Discussion (0)
Please login to join the discussion.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!