Ferrari kembali ke medan laga WEC akhir pekan ini di Sirkuit Fuji, Jepang, dengan modal kemenangan perdana musim ini bersama #50 di Austin. Namun, tim asal Maranello itu tak mau terlena. Mereka sadar betul bahwa Fuji adalah kandang Toyota, dan misi utama mereka adalah bertahan di jalur perebutan gelar.
Kemenangan di Texas menjadi suntikan moral besar setelah sebelumnya Ferrari juga menunjukkan performa solid di Brasil dengan finis kedua pada Juli lalu. Kini, tantangan sesungguhnya menanti: sirkuit yang secara historis kurang bersahabat dengan karakter 499P. Antonello Coletta selaku bos Endurance Ferrari pun angkat bicara.
“Kami datang ke Jepang dengan senang hati setelah kembali meraih kemenangan di Austin, dan sekali lagi menunjukkan daya saing kami tidak hanya di Amerika, tapi juga di Brasil. Sekarang giliran Fuji: kami tahu ini akan menjadi balapan yang sulit bagi kami, tapi tim akan menghadapinya dengan gigih dan perhatian pada setiap detail, dengan tujuan tetap bersaing di Kejuaraan Dunia dan menjaga peluang terbuka hingga dua balapan Eropa terakhir,” ujar Coletta.

Pernyataan senada datang dari Direktur Teknis Ferdinando Cannizzo. Ia menyoroti perbedaan karakter Fuji dibanding Austin. “Balapan di Fuji adalah tantangan yang sangat berbeda karena sirkuit Jepang ini di masa lalu bukan salah satu yang paling cocok dengan karakter mobil kami. Namun, dalam beberapa bulan terakhir kami menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, baik dari sisi performa 499P maupun operasional,” jelasnya.
Ferrari memang tengah dalam tren positif. 499P semakin kompetitif, dan tim juga kian matang dalam eksekusi balapan. Meski demikian, Cannizzo menegaskan bahwa mereka tidak boleh jumawa. “Kami tiba di Jepang dengan kesadaran bisa kompetitif, tapi juga dengan kerendahan hati dan determinasi yang diperlukan karena kami memperkirakan beberapa rival juga akan kompetitif. Dalam konteks ini, target kami adalah mempertahankan level eksekusi yang telah ditunjukkan tim sepanjang musim, memaksimalkan hasil, dan mengumpulkan poin penting untuk kejuaraan,” tambahnya.
Balapan 6 Jam Fuji akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Ferrari. Toyota, yang tampil di depan pendukung sendiri, pasti akan berusaha bangkit setelah kekecewaan di Texas. Tekanan akan besar, tetapi Ferrari punya modal kepercayaan diri dan pengalaman untuk menghadapinya. Jika mampu memaksimalkan potensi tanpa terpancing emosi, bukan tidak mungkin mereka pulang dengan poin berharga.
Yang jelas, Ferrari tidak datang ke Jepang untuk sekadar hadir. Mereka datang dengan misi jelas: tetap berada di jalur juara. Dan seperti kata Coletta, “menjaga peluang terbuka hingga dua balapan Eropa terakhir” adalah target yang harus diwujudkan, apa pun yang terjadi di Fuji nanti.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!