Ferrari menegaskan tidak akan mengalihkan fokus pengembangan ke musim 2027, meski peluang juara dunia Formula 1 2026 kian menipis. Prinsipal tim, Fred Vasseur, menegaskan bahwa pengembangan SF-26 akan terus berlanjut karena sebagian besar komponen dapat dibawa ke proyek tahun depan.
Keputusan ini muncul setelah Lewis Hamilton gagal finis di Grand Prix Spanyol, membuatnya tertinggal 101 poin dari pemimpin klasemen Andrea Kimi Antonelli. Pembalap Mercedes itu meraih kemenangan kedelapan dalam 14 balapan, memperkokoh posisinya sebagai calon juara termuda dalam sejarah F1 di usia 20 tahun.
Di klasemen konstruktor, Ferrari juga tertinggal 145 poin dari Mercedes dengan sembilan balapan tersisa. Meski demikian, Vasseur menolak menyerah. “Kami tidak berada dalam situasi 12 bulan lalu,” ujarnya. “Apa yang kami kembangkan sekarang, 80% akan dibawa ke proyek tahun depan. Kami akan terus bekerja, mungkin pada aspek yang berbeda.”

Vasseur menekankan pentingnya perbaikan performa kualifikasi. “Kami perlu meningkatkan itu, karena pace balapan sudah ada. Jika saya harus fokus pada satu hal, itu adalah evolusi pace di kualifikasi, bukan hanya pace itu sendiri. Kami punya potensi, tinggal bagaimana mengadaptasi semuanya lebih jauh.”
Dengan sikapnya yang tak ingin terburu-buru, Vasseur tetap mengambil pendekatan balapan demi balapan. “Dua atau tiga minggu lalu saya bilang akan mengambil satu balapan demi satu balapan. Saya tidak berubah,” tegasnya.
Ferrari kini berada di persimpangan: terus mengembangkan SF-26 untuk mengejar Mercedes, atau beralih ke proyek 2027. Namun dengan pernyataan Vasseur, jelas bahwa mereka masih percaya pada potensi mobil saat ini, sembari menyiapkan fondasi untuk masa depan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!