Tim Ferrari membuat langkah strategis mengejutkan di balik layar Formula 1 dengan merekrut mantan pembalap Mercedes, Sacha Fenestraz, untuk mengemban tugas krusial sebagai pengembang simulator baru mereka di Maranello.
Kabar kepindahan pembalap berusia 27 tahun ini awalnya tidak terlalu mencuat ke publik hingga sang pembalap sendiri mengungkapkannya dalam sebuah wawancara eksklusif. Fenestraz memutuskan menyeberang ke kubu Kuda Jingkrak pada awal musim panas lalu setelah sebelumnya menghabiskan tiga musim penuh mengabdi di fasilitas simulator Brackley.
Perjalanan karier pembalap berdarah Prancis-Argentina ini diwarnai berbagai pencapaian gemilang di kancah internasional. Ia pernah menjuarai Formula Renault Eurocup pada 2017, mendominasi ajang Formula 3 Jepang pada 2019, hingga merajai panggung Super Formula Jepang dengan finis sebagai runner-up pada musim 2022 sebelum sempat mencicipi ketatnya persaingan Formula E bersama Nissan.

Dalam pengakuannya kepada media, Fenestraz merasa sangat takjub dengan atmosfer kerja di Italia. Ia menyatakan bahwa kesempatan bergabung dengan merek sebesar ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan, sembari memuji kualitas kuliner lokal di sela-sela kesibukannya mengawal pengembangan mobil di markas besar Maranello.
Sebagai bagian dari kompensasi peran pentingnya di ruang simulator, manajemen Ferrari telah menjanjikan kesempatan emas bagi sang pembalap untuk turun langsung ke lintasan aspal. Berdasarkan program pengujian mobil regulasi lama atau Testing Previous Cars yang disiapkan tim, Fenestraz dijadwalkan akan menguji mobil Formula 1 sesungguhnya pada tahun 2027 mendatang untuk menyelaraskan data virtual dengan performa di dunia nyata.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!