Etape 9 Dakar 2026: Neraka Marathon Guncang Truk, Challenger, dan SSV

Dakar Rally 2026
Dakar Rally 2026

Dakar 2026, Sportrik Media - Etape 9 Dakar Rally 2026 di Wadi ad-Dawasir menandai dimulainya fase Marathon, titik di mana setiap kesalahan teknis langsung berubah menjadi krisis karena para peserta harus bertahan tanpa bantuan mekanik profesional sepanjang malam di bivak gurun.

 

Format Marathon adalah salah satu elemen paling kejam dalam struktur Dakar modern. Setelah menyelesaikan special stage, para kru hanya mendapatkan tenda sederhana, ransum darurat, dan seperangkat alat terbatas. Semua perbaikan harus dilakukan sendiri oleh pembalap dan navigator, sementara komponen yang rusak tidak dapat diganti kecuali benar-benar tersedia di kendaraan. Tekanan psikologis ini sering kali sama mematikannya dengan medan, dan Etape 9 kembali membuktikan mengapa fase ini menjadi momok terbesar di reli lintas alam paling ekstrem di dunia.

 

Di kategori Truck, duel raksasa mencapai puncaknya. Martin Macik, juara bertahan yang mengendarai MM Technology, menolak menyerah terhadap dominasi awal Mitchel van den Brink dari Eurol Rally Sport. Meski Van den Brink masih memegang keunggulan hampir 40 menit di klasemen umum, Macik mengerahkan seluruh pengalaman navigasi dan manajemen ban untuk membalikkan keadaan setelah kilometer 78. Namun Van den Brink merespons dengan ritme agresif, memangkas defisit hingga hanya 18 detik pada kilometer 147, menciptakan salah satu duel truk paling intens Dakar 2026 sejauh ini.

 

Pertarungan ini semakin berbahaya karena kondisi Marathon membuat setiap benturan suspensi dan overheating menjadi potensi bencana. Vaidotas Žala dari Skuba Team dan Ales Loprais dari Instaforex Loprais Praga terus mengintai di belakang, mengetahui bahwa satu kesalahan kecil dari dua pemimpin bisa mengubah seluruh peta persaingan. Dengan malam tanpa mekanik di depan mata, setiap kru kini harus menyeimbangkan kecepatan dengan kelangsungan hidup mesin.

 

Di kategori Challenger, drama paling pahit menimpa Nicolas Cavigliasso dari Team BBR. Harapannya untuk menekan pimpinan klasemen runtuh ketika radiator kendaraannya jebol di kilometer 53, memaksanya berhenti total. Rekan setimnya Oscar Ral mencoba membantu, namun waktu terus terkuras dan peluang perebutan gelar praktis menguap. Situasi ini membuka jalan bagi rival utamanya Pau Navarro untuk memperkuat cengkeramannya di klasemen umum.

 

Sementara itu, perebutan kemenangan etape Challenger berlangsung sengit antara Paul Spierings dan Dania Akeel dari BBR Motorsport. Spierings sempat memimpin, namun Akeel menekan tanpa henti, hanya terpaut 15 detik setelah 186 kilometer. Setelah mencatat sejarah bersama Puck Klaassen dengan one-two finish wanita sehari sebelumnya, Akeel tampil dengan kepercayaan diri tinggi, menjadikan Dakar 2026 sebagai panggung kebangkitan generasi baru pembalap perempuan.

 

Di kelas SSV, adaptasi luar biasa ditunjukkan oleh Johan Kristoffersson, legenda Rallycross delapan kali juara dunia yang kini membela Loeb FrayMédia dengan kendaraan Polaris. Meski masih berstatus rookie di Dakar, Kristoffersson berhasil mengambil alih pimpinan etape dari Brock Heger, memperlihatkan betapa cepat kurva belajarnya di medan pasir Saudi. Sebaliknya, Xavier de Soultrait kembali terjebak dalam rangkaian masalah teknis dan insiden, membuatnya terlempar jauh dari perebutan podium.

 

Kisah paling emosional datang dari kategori Stock, di mana Stéphane Peterhansel menulis bab baru dalam legenda Mr. Dakar. Setelah kehilangan peluang juara akibat kerusakan mekanis dan penalti 24 jam sehari sebelumnya, Peterhansel tampil tanpa beban dan mendominasi Etape 9. Ia mengalahkan rekan setimnya Ronald Basso dan Sara Price dengan selisih lebih dari empat menit, membuktikan bahwa naluri juara tetap hidup meski gelar telah melayang.

 

Etape Marathon ini menegaskan kembali esensi Dakar Rally: bukan hanya tentang siapa yang tercepat, tetapi siapa yang mampu bertahan ketika mesin rusak, tubuh lelah, dan malam gurun datang tanpa ampun. Para pembalap kini harus menjadi mekanik bagi diri mereka sendiri, dan dari tangan-tangan yang berminyak di bivak inilah, nasib Dakar 2026 akan ditentukan, sebagaimana terus direkam oleh Sportrik di https://sportrik.com/dakar.

Discussion (0)

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

Dakar 2026 : Anlisis, Klasemen

WATCH LIVE