WRC, Sportrik Media - Esapekka Lappi menegaskan kembalinya ke Kejuaraan Reli Dunia 2026 bukanlah langkah untuk menyelamatkan karier, melainkan kesempatan menikmati reli tanpa tekanan, setelah tampil impresif pada Rally Sweden bersama Hyundai Motorsport.
Setelah sempat mengira kiprahnya di WRC telah berakhir, Lappi kembali dengan pendekatan berbeda. Ia tidak lagi mengejar kontrak jangka panjang atau proyek masa depan, melainkan fokus menjalankan tugas secara profesional. Perspektif tersebut memberinya kebebasan mental yang jarang dimiliki pembalap level elite.
“Saya tidak lagi membalap untuk masa depan saya. Saya datang untuk mencoba melakukan yang terbaik, menikmati, dan melakukan pekerjaan yang saya dibayar untuk lakukan.”

“Untuk masa depan, saya tidak terlalu memikirkannya.”
Di Rally Sweden, Lappi mengendarai Hyundai i20 N Rally1 versi evolusi dengan ban Hankook yang masih dalam tahap adaptasi. Meski belum sepenuhnya nyaman sepanjang akhir pekan, ia justru tampil sebagai pembalap tercepat di internal tim, mengungguli rekan setimnya Adrien Fourmaux dan juara dunia bertahan Thierry Neuville.
“Menjadi pembalap tercepat di tim, saya rasa tidak ada yang benar-benar mengharapkannya.”
“Saya berharap bisa bersaing dengan mereka, tetapi untuk berada di depan hampir sepanjang waktu, itu lebih dari yang saya pikirkan.”
Lappi mengakui jarak performa terhadap mobil Toyota Gazoo Racing masih cukup besar, sesuatu yang juga dirasakan seluruh skuad Hyundai.
“Awalnya saya pikir hanya saya yang tertinggal, tetapi ternyata seluruh tim juga kesulitan dengan pace. Itu sedikit membuat frustrasi, tetapi saya tetap harus puas dengan apa yang kami lakukan.”
Sporting Director Hyundai, Andrew Wheatley, memuji kontribusi Lappi, baik dari sisi performa maupun umpan balik teknis terhadap tim dalam kondisi cuaca dingin Swedia.
“Ia melakukan persis seperti yang semua orang pikirkan bisa ia lakukan. Ia langsung masuk ke mobil dengan tes terbatas, melakukan apa yang dibutuhkan, tanpa kesalahan, dan memberikan feedback yang baik.”
Menurut Wheatley, Lappi berada pada fase karier yang sesuai dengan keinginannya: tidak memburu gelar penuh waktu, melainkan tampil selektif dan menikmati reli.
Bagi Lappi, jeda satu tahun dari kompetisi penuh waktu memberinya kesempatan mengevaluasi prioritas hidup dan keluarga, sekaligus mengisi ulang motivasi. Ia menegaskan bahwa program 2026 hanyalah rangkaian reli terbatas, bukan kampanye penuh untuk perebutan gelar.
“Bagus rasanya satu tahun menjauh, mengisi ulang, melakukan hal lain – tetap reli di level nasional – dan memikirkan apa yang penting bagi diri sendiri dan keluarga.”
“Ini bukan comeback besar. Ini hanya program beberapa reli dan kami mencoba menikmatinya.”
Pendekatan tanpa tekanan tersebut justru menghasilkan performa kompetitif di Swedia. Dengan kalender WRC 2026 yang masih panjang, kontribusi Lappi dalam beberapa putaran terpilih dapat menjadi aset penting bagi Hyundai dalam persaingan konstruktor musim ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!