Enea Bastianini melontarkan kritik keras kepada Franco Morbidelli setelah insiden menghalangi yang terjadi pada sesi Practice MotoGP Belanda 2026 di Assen.
Pembalap Red Bull KTM Tech3 itu terpaksa menghindari Morbidelli di Tikungan 12 ketika sedang menjalani putaran cepat, sementara pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team tersebut tidak sedang mencatat waktu. Insiden itu kemudian diselidiki oleh steward FIM dan berujung hukuman turun tiga posisi grid bagi Morbidelli.

Bastianini menilai kejadian tersebut bukan pertama kalinya terjadi. Menurutnya, Morbidelli terlalu sering melaju lambat di racing line tanpa memperhatikan kondisi di belakang, sehingga berpotensi membahayakan pembalap lain yang sedang berada dalam putaran cepat.

"Saya tidak senang dengan gaya membalap Morbidelli. Setiap kali dia melaju pelan di lintasan, situasinya selalu seperti ini. Dia tetap berada di racing line tanpa melihat apakah ada pembalap lain di belakang. Saya berharap ke depannya dia berubah karena cara seperti ini berbahaya," kata Bastianini.
Meski kehilangan satu putaran akibat insiden tersebut, Bastianini tetap berhasil mengamankan tiket langsung ke Q2. Sebaliknya, Morbidelli gagal menembus 10 besar dan harus menjalani penalti grid pada balapan Grand Prix setelah dinyatakan menghalangi pembalap lain.
Kasus ini kembali menyoroti perhatian steward terhadap pelanggaran slow riding di MotoGP. Morbidelli sebelumnya juga beberapa kali mendapat sorotan atas insiden serupa, sehingga keputusan steward di Assen mempertegas penerapan aturan terhadap pembalap yang mengganggu jalur pembalap lain saat sesi kualifikasi dan latihan.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!