Mobil Chevrolet Camaro #15 milik Team 18 mengalami gangguan kelistrikan yang cukup serius saat sesi tes di Sirkuit The Bend, Australia Selatan. Pembalap Super2, Bayley Hall, hanya bisa menyelesaikan sekitar 20 lap terbang tanpa gangguan sepanjang hari karena tim harus memburu sumber masalah.
Craig Lowndes, yang juga hadir sebagai co-driver Enduro Cup, sebenarnya dijadwalkan menjalani 10 lap, namun batal karena jadwal yang berantakan. Bos tim, Adrian Burgess, menjelaskan bahwa mobil mengalami kehilangan daya total, membuat dashboard dan fungsi roda kemudi mati, bahkan wiper menyala sendiri. "Kami sudah mengganti semuanya, dan akhirnya harus mencoba 'Hail Mary' dengan mengganti wiring harness," ujarnya.
Masalah ini muncul setelah mobil tersebut dipakai untuk uji terowongan angin dan uji aerodinamika di Queensland Raceway pada Mei lalu tanpa kendala. Burgess mengaku penasaran dengan penyebabnya, dan tim berencana membongkar harness lama untuk investigasi lebih lanjut. Meski begitu, ia bersyukur masalah muncul saat tes, bukan saat balapan.

Gangguan ini membuat tim kehilangan kesempatan untuk berlatih pit stop dan melakukan perubahan set-up yang direncanakan. Namun, Burgess tetap optimistis dengan performa Hall, yang hanya terpaut sepersepuluh detik dari pembalap berpengalaman saat menggunakan ban baru. "Dia tetap melakukan pekerjaan dengan sangat baik untuk kami," puji Burgess.
Program wildcard ini merupakan kelanjutan dari transisi Triple Eight ke Ford, dan Team 18 mengambil alih program Supercheap Auto. Mobil ini akan kembali diuji dalam sesi full-field di Queensland Raceway setelah putaran Ipswich. Dengan persiapan yang sedikit kurang matang, tim berharap bisa tampil solid di Enduro Cup mendatang.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!