Fabio Di Giannantonio mengakui performa motor Ducati GP26 masih belum cukup untuk menandingi dominasi Aprilia Racing pada MotoGP 2026. Pernyataan tersebut muncul setelah Grand Prix Prancis memperlihatkan kesulitan Ducati menghadapi keunggulan RS-GP dalam race pace dan manajemen ban.
Ducati sebenarnya sempat menunjukkan perkembangan positif sejak GP Spanyol ketika Alex Marquez memenangkan balapan utama dan Di Giannantonio finis podium. Pengujian pascabalapan di Jerez juga memberikan sinyal positif terhadap pengembangan GP26, yang kemudian berlanjut dengan dominasi Ducati pada sesi kualifikasi Le Mans melalui pole position Francesco Bagnaia.
Namun, performa tersebut gagal diterjemahkan menjadi hasil maksimal saat grand prix berlangsung. Bagnaia terjatuh ketika sedang berada dalam perebutan podium, sementara Di Giannantonio hanya mampu membawa Ducati finis terbaik keempat. Sebaliknya, Aprilia tampil dominan dengan mengamankan finis 1-2-3 melalui Jorge Martin, Marco Bezzecchi, dan Ai Ogura.

Menurut Di Giannantonio, perbedaan terbesar antara GP26 dan RS-GP saat ini terletak pada keseimbangan motor, khususnya pada area front-end feeling dan stabilitas saat memasuki tikungan. Ia menilai Aprilia memiliki paket yang lebih lengkap untuk menjaga performa ban depan dan belakang secara bersamaan sepanjang balapan.
“Sulit mengatakannya sekarang karena Aprilia melakukan pekerjaan luar biasa. Mereka berada di level berbeda. Saya pikir kami harus bekerja sangat keras bersama Ducati untuk meningkatkan motor kami,” ujar Di Giannantonio.
Pembalap VR46 itu juga mengungkap Ducati masih mengalami kompromi setup yang cukup besar. Ketika tim mencoba meningkatkan feeling bagian depan motor, performa bagian belakang justru menurun, dan sebaliknya. Situasi tersebut membuat Ducati kesulitan menemukan keseimbangan ideal, terutama pada kondisi grip rendah dan temperatur lintasan tinggi seperti di Le Mans.
“Paket kami sebenarnya hebat, tetapi itu belum cukup untuk mengalahkan mereka. Jika kami meningkatkan front-end, kami kehilangan sesuatu di bagian belakang, dan begitu juga sebaliknya,” lanjutnya.
Meski demikian, Di Giannantonio tetap menjadi pembalap Ducati dengan performa paling konsisten musim ini dan saat ini menempati posisi ketiga klasemen sementara. Namun, ia sudah tertinggal 44 poin dari pemimpin klasemen Bezzecchi menjelang MotoGP Catalunya. Dengan Aprilia terus menunjukkan peningkatan teknis pada RS-GP, Ducati diperkirakan akan menghadapi periode krusial dalam beberapa seri berikutnya untuk menjaga peluang perebutan gelar dunia MotoGP 2026.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!