SPONSORED

Di Giannantonio Keluhkan Waktu Uji Coba MotoGP 2027

Notifikasi
Arya Okta
Arya Okta
0
Di Giannantonio Keluhkan Waktu Uji Coba MotoGP 2027
TO NEWS OVERVIEW
Fabio Di Giannantonio says there is an equality problem with MotoGP's 2027 testing programme. © Gold & Goose

Fabio Di Giannantonio tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Pembalap Italia itu bakal meninggalkan VR46 Ducati menuju Red Bull KTM Factory Racing pada 2027, tetapi ia merasa persiapan menghadapi era baru MotoGP justru timpang. Keluhan utamanya: jatah waktu uji coba yang minim sebelum musim dimulai.

MotoGP 2027 memang menghadirkan perubahan besar. Mesin 1.000cc digantikan unit 850cc, perangkat ride height dilarang, dan Pirelli masuk menggantikan Michelin sebagai pemasok ban resmi. Bagi pembalap yang pindah pabrikan, seperti Fabio Di Giannantonio, kombinasi ini menjadi tantangan berat. Ia harus beradaptasi dengan motor baru, tim baru, dan ban baru dalam waktu singkat.

Sayangnya, ajang uji coba shakedown di Sepang, Februari nanti, tetap hanya diperuntukkan bagi pembalap rookie dan test rider. Kebijakan ini menuai pro dan kontra. Di Giannantonio termasuk yang vokal menentang. Menurutnya, pembalap non-rookie yang berganti pabrikan seharusnya juga diberi kesempatan tampil di shakedown agar persaingan lebih setara.

Sepang Shakedown 2027: Di Giannantonio Protests Rule
Read AlsoSepang Shakedown 2027: Di Giannantonio Protests Rule

“Yang terjadi jelas tidak menyenangkan bagi saya, karena kami hanya punya empat hari untuk memahami motor baru—dalam kasus saya, tim baru, ban baru,” ujar Di Giannantonio, mengomentari keputusan Sepang Shakedown yang tetap eksklusif untuk rookie dan test rider pada 2027. “Saya tahu Fabio Quartararo bilang baginya tidak masalah hanya empat hari. Tapi jujur, Anda harus sangat beruntung untuk menemukan setelan sempurna, keseimbangan sempurna, segalanya sempurna untuk bisa menang di balapan pertama.”

ADVERTISEMENT

Kesenjangan pengalaman semakin terlihat. Di uji coba pasca-balapan di Brno sebelum jeda musim panas, hanya Pedro Acosta dan dua pembalap pabrikan Honda yang diizinkan mengendarai motor baru meski telah pindah pabrikan untuk 2027. Sementara itu, Marc Marquez sudah mencoba Ducati 850cc di Brno dan akan kembali mengujinya di Red Bull Ring, Senin depan. Rookie seperti Nicolo Bulega bahkan lebih beruntung: selain berpengalaman dengan ban Pirelli dari WorldSBK, ia terlibat dalam program pengujian 850cc Ducati sepanjang 2026 dan berhak ikut shakedown Sepang.

Bagi Di Giannantonio, ketidakadilan ini kian nyata. Pembalap yang pindah pabrikan—termasuk dirinya, Quartararo, dan lainnya—baru akan merasakan motor 850cc dengan ban Pirelli pada tes Valencia, awal Desember. Itu pun hanya empat hari tes resmi sebelum balapan pertama pada awal Maret. Bandingkan dengan Bulega yang punya pengalaman jauh lebih banyak, atau Marquez yang sudah dua kali menjajal motor anyar.

“Saat ini, Bulega adalah orang dengan pengalaman terbanyak pada motor baru. Sekarang akan ada lebih banyak pembalap yang mencoba motor baru, jadi mereka juga punya keuntungan tambahan,” lanjut Di Giannantonio. “Tapi di sisi saya, saya ingin punya lebih banyak waktu untuk siap sebaik mungkin menghadapi balapan pertama. Jadi, saat ini, saya pikir keadaannya tidak berjalan setara.”

ADVERTISEMENT

Pernyataan ini menyoroti dilema regulasi MotoGP: di satu sisi, shakedown dirancang untuk memberi rookie dan test rider ruang belajar; di sisi lain, pembalap berpengalaman yang berganti merek justru terjebak dalam ketidakpastian. Dengan hanya empat hari tes resmi, menemukan setup ideal bukan perkara mudah. Apalagi, sirkuit dan kondisi ban bisa berbeda drastis. Di Giannantonio berharap ada perubahan kebijakan, atau setidaknya tambahan waktu uji coba, agar semua pembalap memiliki pijakan yang sama menuju musim 2027 yang penuh gejolak.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU