SPONSORED

Coulthard: Saya Tak Pernah Dengar Hamilton Seekstrem Itu di Radio

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Coulthard: Saya Tak Pernah Dengar Hamilton Seekstrem Itu di Radio
TO NEWS OVERVIEW
Lewis Hamilton has since apologised for his radio comments

Kemarahan Lewis Hamilton melalui radio tim Ferrari pada Grand Prix Belanda membuat David Coulthard tercengang. Mantan pembalap F1 itu mengaku belum pernah melihat sisi emosional seperti itu dari sang juara dunia tujuh kali.

Pada paruh kedua balapan di Zandvoort, Hamilton terus mengeluhkan strategi timnya. Puncaknya saat ia terjebak di belakang rekan setimnya, Charles Leclerc, yang menjalankan strategi berbeda dengan ban lebih tua. Dua lap tertahan di belakang Leclerc membuat Hamilton kesal, apalagi saat Leclerc akhirnya masuk pit.

"Cara yang bagus untuk membuang waktu, kerja bagus," ujar Hamilton sarkastis di radio, merujuk pada keputusan pit yang menurutnya terlambat. Ia merasa waktu yang hilang itu membuatnya kehilangan peluang naik podium. Di akhir balapan, ia harus puas finis di belakang George Russell yang terbantu safety car virtual di lap-lap akhir.

Red Bull admits 'nowhere to hide' after lacklustre Zandvoort showing
Read AlsoRed Bull admits 'nowhere to hide' after lacklustre Zandvoort showing

Berbicara di podcast Up to Speed, Coulthard mengaku kaget dengan luapan emosi Hamilton. "Saya pikir dia punya poin yang valid. Saya belum pernah mendengar Lewis Hamilton begitu marah di radio. Saya belum pernah mendengar dia meninggikan suara. Dia tidak pernah mengumpat. Tidak pernah," kata Coulthard.

ADVERTISEMENT

Hamilton sendiri sudah meminta maaf atas komentarnya di radio. Dalam unggahan media sosial, ia mengakui bahwa saat emosi memuncak, "itu bukan versi terbaik dari diriku". Ia menambahkan bahwa kemarahan itu muncul karena ia sangat peduli pada tim dan apa yang sedang mereka bangun bersama.

"Saya mendengarkan kembali komentar radio dan TV saya. Dalam panasnya momen, frustrasi bisa keluar, terutama ketika Anda sangat peduli seperti saya. Tapi itu bukan versi terbaik dari diri saya. Saya bertanggung jawab atas itu, dan saya akan lebih baik," tulis Hamilton. "Gairah itu datang dari keyakinan pada tim ini, orang-orang di dalamnya, dan apa yang kita bangun bersama. Arahnya jelas. Keyakinannya ada. Dan perjuangan masih terus berlanjut."

Dengan hasil di Zandvoort, Hamilton kini turun ke posisi ketiga klasemen, tertinggal 59 poin dari pemimpin klasemen Andrea Kimi Antonelli dan sama poin dengan Russell. Tekanan di musim ini semakin terasa, dan momen seperti ini bisa menjadi titik balik bagi Hamilton untuk bangkit.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU