Jamie Chadwick mengukir tonggak bersejarah dengan menyelesaikan uji coba Formula 1 bersama tim Williams. Pembalap asal Inggris itu menuntaskan 32 lap di sirkuit Portimao, Portugal, menggunakan mobil FW47 milik tim Atlassian Williams F1 Team. Uji coba ini merupakan bagian dari program Testing of Previous Cars (TPC) yang digelar tim.
Dengan kesempatan tersebut, Chadwick menjadi wanita kedua yang pernah menguji mobil Williams F1, menyusul Susie Wolff pada 2015 silam. Ia juga menjadi pembalap wanita Inggris pertama sejak Jessica Hawkins pada 2023 yang mengemudikan mesin Formula 1 modern. Pencapaian ini menegaskan bahwa ruang bagi pembalap wanita di level tertinggi motorsport semakin terbuka lebar.
Hubungan Chadwick dengan Williams bukanlah hal baru. Sejak 2019, ia telah bergabung sebagai driver pengembangan, lalu berkembang menjadi duta tim serta penasihat program F1 Academy. Persiapan menuju uji coba ini pun dilakukan secara intensif, termasuk latihan simulator, program kebugaran fisik, dan pemasangan kursi di markas Williams di Grove, Inggris, sebelum akhirnya turun ke lintasan di Portugal.

Uji coba ini juga memberikan nilai tambah bagi tim Williams. Pasalnya, Sirkuit Portimao akan kembali masuk kalender Formula 1 pada 2027. Selama sesi berlangsung, Chadwick mengumpulkan data penting dan memberikan umpan balik teknis yang berharga bagi pengembangan mobil. Hal ini sejalan dengan peran ganda Chadwick sebagai pembalap dan kontributor teknis tim.
"Ini hari yang luar biasa dan pengalaman yang tak terlupakan," ujar Chadwick. "Tidak banyak hal yang bisa mempersiapkan Anda mengemudikan mobil Formula 1 dengan kecepatan penuh di Portimao, tetapi semuanya sesuai imajinasi saya, bahkan sepuluh kali lebih hebat. Saya sangat berterima kasih kepada Atlassian Williams F1 Team atas kesempatan ini. Saya ingat ketika masih muda menyaksikan Susie Wolff masuk ke mobil Williams F1 dan betapa hal itu menginspirasi perjalanan saya."
Sepanjang kariernya, Chadwick memang dikenal sebagai pionir. Ia menjadi wanita Inggris pertama yang meraih gelar juara British GT pada 2015, lalu menjuarai W Series tiga kali berturut-turut (2019-2022). Setelah itu, ia melangkah ke Indy NXT bersama Andretti Autosport dan menjadi wanita pertama dalam 13 tahun yang mengikuti kejuaraan tersebut secara penuh, sebelum akhirnya meraih kemenangan di Road America pada 2024. Kini, ia beralih ke balap sportscar, berlaga di European Le Mans Series bersama IDEC Sport dan menjadi pembalap wanita pertama yang memenangkan balapan kelas LMP2 di seri tersebut. Tahun ini, ia juga menjadi wanita pertama yang mengemudikan Hypercar di kelas teratas pada hari tes 24 Hours of Le Mans, dan saat ini menjabat sebagai pembalap cadangan untuk program FIA World Endurance Championship milik Genesis Magma Racing.
Kepala tim Williams, James Vowles, memuji performa Chadwick dan menekankan pentingnya kesempatan ini. "Jamie Chadwick adalah inspirasi bagi jutaan wanita dan gadis yang telah memecahkan rekor di setiap level, dan ia benar-benar pantas mendapatkan kesempatan uji coba F1 ini," kata Vowles. "Jamie mengumpulkan data penting bagi tim saat F1 bersiap kembali ke Portimao tahun depan, dan umpan balik serta performanya mengesankan seperti yang kami duga. Ini jelas menunjukkan ada jalur bagi wanita untuk bersaing di level tertinggi, dan saya menantikan bagaimana Jamie menggunakan pengalaman ini untuk memajukan kemampuannya dan memberi saran kepada pembalap muda kami tentang apa yang dibutuhkan."



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!