Circuit Paul Ricard bersiap menjadi saksi pertempuran epik 24 jam yang akan menentukan siapa yang layak menyandang gelar juara dunia Endurance 2026. Sebanyak 56 tim akan turun ke lintasan Le Castellet pada 17-20 September mendatang untuk edisi ke-89 Bol d'Or, putaran final FIM Endurance World Championship.
Enam tim secara matematis masih berpeluang juara, namun sorotan utama tertuju pada tiga kekuatan besar: YART Yamaha yang memimpin klasemen dan berambisi meraih gelar kedua berturut-turut, BMW Motorrad World Endurance Team yang haus pembalasan setelah gagal di akhir musim lalu, serta Yoshimura SERT Motul yang datang dengan misi merebut kembali takhta setelah kalah tipis satu poin pada kampanye sebelumnya.
Grid musim ini terbagi dalam empat kelas berbeda. Kelas premier EWC dihuni 17 tim dengan komposisi merek yang menarik: Yamaha mendominasi dengan enam entri, diikuti BMW dan Kawasaki masing-masing empat, Honda tiga, dan Suzuki satu. Sementara itu, kelas Superstock (SST) menjadi yang terbesar dengan 24 tim yang memperebutkan Piala, disusul 13 tim di kelas Production (PRD) dan dua prototipe inovatif di kelas Experimental (EXP).

Bagi YART Yamaha, tantangan terbesar adalah mempertahankan konsistensi di balapan ketahanan yang terkenal kejam. Duo Karel Hanika dan Marvin Fritz, yang akan didampingi Leandro Mercado, harus cerdik mengelola strategi pit stop dan menjaga performa motor di sepanjang 24 jam. Sementara BMW, dengan formasi Markus Reiterberger, Steven Odendaal, Michael Van Der Mark, dan Jeremy Guarnoni, jelas tidak ingin mengulang kekecewaan musim lalu. Yoshimura SERT Motul diperkuat Gregg Black, Etienne Masson, dan Dan Linfoot yang siap memberikan perlawanan sengit.
Persaingan di kelas SST juga tak kalah menarik. Dengan 24 tim, setiap kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal. Tim-tim seperti Tati Team AVA6 Racing, F.C.C. TSR Honda France, dan Maco Racing Team akan berusaha memaksimalkan setiap detik untuk meraih hasil terbaik. Kelas PRD dan EXP menambah dimensi unik pada balapan ini, di mana inovasi dan ketahanan menjadi kunci.
Bol d'Or 2026 bukan sekadar balapan penutup; ini adalah panggung di mana sejarah bisa tercipta. Akankah YART Yamaha mengukir dominasi, atau BMW dan Yoshimura SERT Motul yang mencuri perhatian? Semua akan terjawab ketika lampu hijau menyala di Le Castellet.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!