Advertisement Sportrik
15s

Bocor! Rekaman Radio Rahasia Verstappen di GP China: Ada Apa dengan Red Bull?

Bocor! Rekaman Radio Rahasia Verstappen di GP China: Ada Apa dengan Red Bull?
© Red Bull Content Pool

Formula 1, Sportrik Media - Rekaman radio tim yang tidak ditayangkan dari Grand Prix China 2026 mengungkap momen ketegangan antara Max Verstappen dan race engineer GianPiero Lambiase di tengah akhir pekan sulit bagi Red Bull Racing.

Balapan di Shanghai International Circuit kembali menyoroti kesulitan Red Bull pada awal musim 2026, baik dari sisi performa maupun keandalan. Verstappen memulai akhir pekan dengan performa kualifikasi yang tertinggal hampir satu detik dari pole position yang diraih Kimi Antonelli dari tim Mercedes.

Dalam balapan, dominasi Mercedes berlanjut dengan Antonelli memimpin finis satu-dua bersama rekan setimnya George Russell. Lewis Hamilton melengkapi podium dengan finis ketiga untuk Ferrari, diikuti Charles Leclerc di posisi keempat.

Christian Horner to Ferrari? F1 Fans Split in 2026
Read AlsoChristian Horner to Ferrari? F1 Fans Split in 2026

Sementara itu, balapan Verstappen berakhir lebih awal setelah mengalami masalah teknis. Red Bull kemudian mengonfirmasi bahwa penyebab kegagalan tersebut adalah gangguan pada sistem pendinginan ERS, yang memaksanya menghentikan mobil pada lap 44.

ADVERTISEMENT

Di tengah jalannya balapan, komunikasi radio antara Verstappen dan Lambiase menunjukkan tingkat frustrasi yang meningkat, terutama terkait dengan manajemen energi pada mobil generasi baru Formula 1.

Sinyal pertama ketegangan muncul pada lap ke-20 ketika Verstappen mengeluhkan sistem tenaga mobilnya.

“Tombol boost saya,” keluh Max Verstappen melalui radio tim.

ADVERTISEMENT

Pada lap 26, Lambiase meminta Verstappen meningkatkan penggunaan teknik lift-and-coast untuk membantu pengisian ulang energi baterai.

“Tingkatkan lift off, coba isi baterai,” instruksi GianPiero Lambiase.

Namun Verstappen mempertanyakan strategi tersebut.

ADVERTISEMENT

“Jadi ini deployment normal saya?” tanya Verstappen.

Lambiase menjelaskan bahwa itu merupakan mode standar ketika tidak melakukan manuver overtaking.

Instruksi tambahan diberikan pada lap berikutnya, dengan fokus pada tikungan 1 dan 14 untuk meningkatkan efisiensi energi serta mengurangi tekanan pada sistem.

ADVERTISEMENT

Ketegangan semakin meningkat ketika Verstappen mulai melaporkan perubahan karakter mobilnya.

“Setir terasa semakin berat,” lapor Verstappen pada lap 29.

Lambiase mencoba menenangkan pembalapnya dengan memberikan informasi bahwa kecepatan mobil masih berada pada level yang kompetitif.

ADVERTISEMENT

Namun pada lap 34, terjadi kebingungan komunikasi ketika Lambiase menyebut Verstappen kehilangan waktu hingga satu detik di sektor tertentu, khususnya di tikungan cepat 7 dan 8.

Verstappen mempertanyakan data tersebut, sebelum Lambiase mengklarifikasi bahwa kehilangan waktu tersebut berasal dari keseluruhan sektor, bukan hanya satu tikungan.

Puncak ketegangan terjadi pada lap 35 dan 36 ketika Lambiase kembali memberikan informasi terkait kehilangan waktu di tikungan 6.

ADVERTISEMENT

Dalam momen tersebut, ia secara langsung menegaskan posisinya sebagai pendukung pembalap.

“Saya seharusnya berada di pihakmu, Max. Saya mencoba membantu dan memberikan informasi,” ujar GianPiero Lambiase.

Verstappen merespons dengan mempertanyakan kondisi mobilnya yang sulit dikendalikan.

“Coba cek onboard saya, saya tidak bisa melakukan apa pun,” jawab Verstappen.

Diskusi antara keduanya kemudian berlanjut terkait strategi lift-and-coast di beberapa tikungan, mencerminkan kompleksitas pengelolaan energi dalam regulasi Formula 1 2026.

Menjelang akhir balapan, masalah teknis pada sistem pendinginan akhirnya memaksa tim mengambil keputusan untuk menghentikan mobil.

“Kita harus retire mobil,” instruksi Lambiase kepada Verstappen.

Pembalap Belanda itu kemudian kembali ke pit lane dengan kecepatan rendah sebelum mengakhiri balapannya.

Insiden ini menandai DNF pertama Verstappen sejak pertengahan musim 2025 dan memperkuat gambaran bahwa Red Bull masih menghadapi tantangan besar dalam memahami paket teknis mobil baru mereka.

Selain masalah keandalan, komunikasi radio tersebut juga menunjukkan tekanan yang dihadapi pembalap dalam mengelola kompleksitas mobil generasi baru, terutama terkait sistem energi dan strategi balapan.

Dengan musim yang masih panjang, Red Bull kini dituntut untuk segera menemukan solusi teknis guna mengembalikan performa tim ke level kompetitif, sekaligus mengurangi potensi friksi internal di tengah situasi yang semakin menantang pada era regulasi baru Formula 1.

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free login.

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

Live Commentary / Indonesia Live Coverage

LIVE NOW

WRC 2026, Analisis & Rumor Hangat

WATCH LIVE
RECOMMENDED FOR YOU