Jagat Formula 1 kembali diguncang gempa politik. Belum reda ingatan publik tentang drama pendepakan Christian Horner dari Red Bull Racing, kini satu lagi kepala tim papan atas yang harus menelan pil pahit: dipecat secara sepihak di tengah musim 2026.
Graeme Lowdon, sosok yang membidani lahirnya tim debutan Cadillac Racing, secara mengejutkan resmi didepak dari kursi Team Principal oleh sang CEO, Dan Towriss. Keputusan ini datang tanpa peringatan, dan langsung memicu gelombang spekulasi di paddock.

Banyak pihak menilai nasib Lowdon tidak jauh berbeda dengan nestapa yang dialami Christian Horner. Keduanya sama-sama "dibuang" oleh manajemen saat kompetisi sedang berjalan panas. Namun, jika Horner terjungkal akibat perang dingin kekuasaan internal Red Bull, Lowdon harus angkat kaki karena catatan tanpa ampun di papan skor: 0 poin dari 11 balapan!

CEO Cadillac, Dan Towriss, menegaskan bahwa keputusan ini murni keputusan sepihak dari manajemen. Fase pembangunan (build phase) di bawah Lowdon dianggap sudah usai, dan tim tidak bisa lagi menoleransi rentetan hasil buruk serta masalah keandalan mobil yang terus menyiksa duo pembalap mereka, Valtteri Bottas dan Sergio Perez.
Sebagai pengganti Lowdon, Cadillac langsung bergerak cepat dengan menunjuk mantan petinggi FIA dan Alpine, Marcin Budkowski. Langkah kilat ini memicu spekulasi panas di paddock: Akankah Budkowski mampu membawa keajaiban teknis, atau justru ia akan menjadi korban keganasan manajemen Cadillac berikutnya?
Di sisi lain, rumor liar sempat berembus bahwa Cadillac mengincar Christian Horner yang masa gardening leave-nya baru saja berakhir bulan lalu. Meski kabar tersebut langsung dibantah keras oleh Towriss, paddock F1 tetap memanas karena bursa transfer bos tim kini menjadi jauh lebih tidak terkendali.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!