Pecco Bagnaia kembali harus menghadapi kenyataan pahit setelah gagal mendulang satu pun poin pada balapan akhir pekan lalu di Mandalika. Pembalap asal Italia tersebut harus mengakhiri perlombaan lebih cepat akibat insiden terjatuh di tikungan 17 saat berjuang memperbaiki posisi di barisan depan.
Permasalahan klasik terkait hilangnya traksi dan daya cengkram ban belakang kembali menjadi momok utama yang menghambat performa motor Desmosedici miliknya. Sepanjang akhir pekan, ia mengaku kesulitan menemukan rasa percaya diri yang konsisten untuk memacu kendaraannya secara maksimal di sirkuit tersebut.
Dalam keterangannya kepada kolaborator Manuel Pecino, ia merinci detik-detik insiden di tikungan 17 ketika dirinya berusaha keras mengejar Luca Marini demi menjaga tekanan ban depan tetap ideal. Namun, batas kemampuan motor terlampaui hingga menyebabkan bagian depan kehilangan kendali.

Ia menyatakan bahwa kemunduran performa dalam dua tahun terakhir sangat terasa di lintasan yang menuntut kecepatan tikungan tinggi serta cengkeraman optimal. Kurangnya koneksi dengan gas membuat situasi semakin pelik karena ia merasa tidak mendapatkan dukungan yang memadai dari roda belakang.
Menghadapi seri berikutnya di Phillip Island, tim pabrikan dituntut segera menemukan solusi teknis agar masalah cengkeraman ini tidak kembali berulang. Tanpa adanya perbaikan signifikan, potensi ancaman serupa dikhawatirkan akan terus menghantui sisa kalender balap musim ini.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!