SPONSORED

Bagnaia: Kami Tak Tahu Harus Berbuat Apa Usai Crash di Silverstone

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Bagnaia: Kami Tak Tahu Harus Berbuat Apa Usai Crash di Silverstone TO NEWS OVERVIEW
Pecco Bagnaia's Silverstone MotoGP ends in a strange crash from 15th place. © Gold and Goose

Pecco Bagnaia mengakhiri akhir pekan MotoGP Inggris dengan rasa frustrasi mendalam setelah crash pada lap kesembilan di Grand Prix Silverstone, Minggu. Jatuh terjadi saat ia mencoba bangkit dari posisi start terburuk musim ini, P16.

Kejadian ini menambah deretan panjang masalah yang dihadapi pebalap Ducati Lenovo itu sepanjang akhir pekan. Sebelumnya, pada Sprint Sabtu, ia bahkan kesulitan menurunkan lutut akibat degradasi ban ekstrem di tahap akhir balapan.

Bagnaia mengaku tidak pernah mengalami kehilangan front-end seperti itu sebelumnya. “Sangat aneh, jujur. Saya tidak pernah kehilangan ban depan saat keluar tikungan,” katanya. “Melihat data pun sangat sulit menemukan penyebabnya. Satu-satunya hal adalah saya kehilangan grip depan dalam hitungan milidetik.”

High Silverstone MotoGP Attrition: Several Factors at Play
Read AlsoHigh Silverstone MotoGP Attrition: Several Factors at Play

Ia menambahkan bahwa hasil ini sulit diterima karena akhir pekan ini sudah menjadi salah satu yang terberat musim ini. “Saya kesulitan mendekati posisi 10 besar sepanjang akhir pekan. Hari ini ada peluang kecil finis di 10 besar, tapi saya berjuang keras. Kami harus bangkit karena saya tidak ingin mengulangi akhir pekan seperti ini lagi,” ucapnya.

ADVERTISEMENT

Menariknya, Bagnaia menyoroti masalah grip yang ia rasakan sejak awal musim. “Saya sudah mengubah segalanya, dari setelan hingga elektronik, tapi masalahnya bukan di situ. Sejak balapan pertama musim ini, saya tidak punya grip sama sekali, nol. Kami tidak tahu harus berbuat apa, karena ada pebalap Ducati lain yang punya grip berlebih,” jelasnya.

Di sisi lain, Alex Marquez dari Gresini menjadi pebalap Ducati terbaik di posisi keempat, di belakang tiga Aprilia. Rekan setim Bagnaia, Marc Marquez, harus puas finis ketujuh. Situasi ini menunjukkan kontras performa di dalam kubu Ducati, dengan Bagnaia yang terus tertinggal.

Dengan hasil ini, Bagnaia kehilangan poin penting dalam perebutan gelar. Tekanan semakin besar mengingat ia adalah juara bertahan dua musim terakhir. Tim Ducati kini harus bekerja ekstra keras menemukan solusi sebelum seri berikutnya di Austria.

ADVERTISEMENT

Discussion (0)

Join the Discussion!

Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.

Fast, secure, and hassle-free

Latest Comments

No comments yet. Be the first!

RECOMMENDED FOR YOU