Francesco Bagnaia, pebalap Ducati, mengaku sengaja menghentikan motornya di sela-sela sesi latihan Grand Prix Aragon untuk menenangkan diri. Dua kali juara dunia MotoGP ini merasa frustrasi karena gagal menembus Q2 dan menjadi pebalap Ducati paling lambat di hari Jumat.
Bagnaia, yang musim ini kerap tampil kompetitif, harus puas di posisi ke-13 pada sesi latihan bebas di Motorland Aragon. Ia tertinggal lebih dari satu detik dari pebalap tercepat, Marco Bezzecchi dari Aprilia. Dalam upaya terakhirnya dengan ban lunak baru, Bagnaia justru melakukan kesalahan di tikungan terakhir, membuatnya gagal masuk ke posisi sepuluh besar.
Setelah melewati garis finis, Bagnaia memilih berhenti di tepi trek beberapa saat sebelum kembali ke garasi. "Di lap terakhir, saya mencoba segalanya untuk masuk ke sepuluh besar. Saya hampir berhasil, tapi di tikungan terakhir saya melebar," ujarnya. "Saya perlu berhenti. Saya tidak berhenti di garasi karena saya sangat gugup dan frustrasi dengan diri sendiri karena tidak mampu menyelesaikan satu lap pun dengan baik."

Bagnaia menambahkan bahwa ia butuh menenangkan diri agar tidak mengganggu kerja tim. "Ketika Anda frustrasi dan gugup, Anda bisa mengatakan banyak hal yang tidak Anda pikirkan. Saat bekerja dalam situasi sulit, mudah untuk mengompromikan kerja tim, jadi lebih baik bernapas sejenak," jelasnya. "Saat kembali ke garasi, saya banyak bicara dengan tim untuk memahami masalah. Untungnya, seperti biasa, ada Alex Marquez yang membuat perbedaan di banyak aspek. Saya harap bisa menemukan cara untuk mengikuti apa yang dia lakukan."
Ini bukan pertama kalinya Bagnaia kesulitan sejak MotoGP kembali bergulir setelah libur musim panas. Pebalap asal Italia itu merasa performanya menurun sejak Grand Prix Inggris di Silverstone. "Saya tidak menyangka performa seburuk ini. Saya berharap bisa lebih cepat, tapi sayangnya sulit," katanya. "Perasaan saya terhadap motor berubah sejak Silverstone. Hingga Sachsenring, saya cukup percaya diri bahwa kami membaik. Sejak Silverstone, saya tidak merasa nyaman di atas motor dan kesulitan melakukan hal-hal normal."
Bagnaia mengungkapkan area terbesar yang menjadi masalah adalah pengereman, entry tikungan, dan traksi ban belakang. "Sejujurnya, grip belakang trek terlihat lebih baik karena lebih konsisten dibandingkan trek lain. Tapi masalahnya, saat masuk tikungan, saya kehilangan ban belakang tanpa melakukan apa-apa. Begitu saya menyentuh gas, 10-15 persen pertama, saya kehilangan traksi," jelasnya. "Sampai saya menegakkan motor sepenuhnya, saya masih selip dan banyak gerakan. Motor saya masih kesulitan untuk menyelesaikan masalah ini."
Dengan kondisi tersebut, Bagnaia dan tim Ducati harus bekerja ekstra keras untuk menemukan solusi sebelum kualifikasi dan balapan. Tekanan semakin besar mengingat ia sedang bersaing ketat di klasemen. Akankah Bagnaia mampu bangkit di Aragon? Kita tunggu aksinya di sesi berikutnya.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!