Kimi Antonelli kembali membuat jantung seluruh kru Mercedes berdebar kencang. Di Grand Prix Spanyol, pembalap muda Italia itu nyaris saja mencium dinding pembatas sebelum akhirnya mengunci kemenangan. Namun, bukan kemenangan itu yang jadi sorotan, melainkan gaya balapnya yang tanpa kompromi—sebuah 'masalah mewah' yang justru bikin Toto Wolff dan tim harus rela beruban lebih cepat.
Bayangkan menjadi Pete Bonnington, engineer balap yang biasanya tenang. Di Madrid, ia berubah seperti guru sekolah yang harus terus mengingatkan muridnya untuk tidak melanggar batas trek. “Kimi, jangan lewat garis putih!” mungkin itu kalimat yang paling sering keluar dari mulutnya. Tapi begitulah Antonelli. Baginya, garis putih bukan tembok suci, melainkan sekadar saran. Untung saja, ia sudah memanfaatkan virtual safety car sebelumnya, sehingga Verstappen dan Norris hanya bisa gigit jari.
Insiden lima lap jelang finis benar-benar bikin suasana di garasi Mercedes memanas. Tanpa tekanan berarti dari belakang, Antonelli malah menabrak salah satu dinding beton di tikungan 7. “Aku menyentuh dinding di entry Turn 7,” teriaknya di radio. Sebelumnya, ia sudah bikin panik dengan laporan aneh: “Cek mobilnya! Setir terasa anehg” Ternyata hanya sensasi, bukan tabrakan. Tapi siapa yang bisa tenang mendengar itu?

Bagi Toto Wolff, tingkah polah Antonelli sudah menjadi makanan sehari-hari. “Saya sempat bicara dengan ayahnya dan kami bercanda, 'Dasar bodoh!' Tapi ya begitulah Kimi,” ujarnya sambil tertawa. Wolff bahkan mengaku harus menyuruh Antonelli duduk lebih tinggi agar bisa melihat garis putih. “Kami sudah tertawa soal itu. Tapi tadi, enam lap jelang finis, dia bilang: 'Cek mobil, aku baru saja menyerempet dinding.' Apa-apaan ini? Dia benar-benar bikin kami beruban. Tapi mungkin itulah yang membuatnya cepat.”
Pertanyaannya, apakah gaya balap 'terlalu keren' ini akan berbuah petaka? Wolff yakin tidak. “Saya jamin dia tidak sedang memikirkan gelar juara. Cara dia mengisolasi pikiran dan tetap fokus sungguh luar biasa,” tegasnya. Antonelli memang fenomenal: pembalap termuda yang pernah berada di posisi ini. Namun, kecepatan mentahnya harus dibayar mahal dengan risiko yang tak bisa diabaikan.
Di balik semua kekhawatiran, ada satu hal yang pasti: Kimi Antonelli bukan tipe pembalap yang bisa direm. Ia adalah badai yang tidak bisa dijinakkan, dan Mercedes tahu betul bahwa mereka harus bisa menungganginya—atau tersapu olehnya. Mungkin benar kata Wolff: “Kadang dia terlalu tenang, satu inci terlalu tenang.” Dan justru itu yang membuatnya istimewa.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!