Pembalap andalan Lando Norris mengungkapkan bahwa dirinya sempat berdoa demi kehadiran mobil keselamatan untuk menyelamatkan perjudian strategi satu kali pit stop yang diambil oleh tim McLaren pada ajang Formula 1 Grand Prix Amerika Serikat. Memulai balapan dari posisi kedelapan di grid, peraih gelar juara dunia bertahan ini dipakaikan strategi ban keras yang berbeda dari mayoritas rival di sekitarnya yang memilih menggunakan skema dua kali masuk pit.
Keputusan taktis tersebut sempat mendongkrak posisi pembalap asal Inggris ini ke peringkat kedua pada fase-fase akhir balapan. Namun, di atas kompon ban yang sudah sangat aus, lajunya mulai terkejar dengan sangat cepat oleh Max Verstappen dan Charles Leclerc yang sama-sama menggunakan strategi dua kali berhenti. Keduanya sukses melakukan overtaking secara bersamaan di Tikungan 1, menggusur posisi podium Norris.
Tidak berhenti sampai di situ, Lewis Hamilton yang juga menggunakan strategi dua pit stop turut menyalip, memaksa Norris puas finis di posisi kelima. Virtual Safety Car yang sebenarnya bisa menyelamatkan strategi McLaren baru muncul ketika mobil Cadillac milik Valtteri Bottas mengalami kerusakan mesin dengan balapan tersisa lima putaran lagi, sebuah momen yang datang terlambat untuk membantu posisinya.

“Kami mencoba, dan kami tidak memiliki kecepatan yang cukup atau apa pun, jadi kami harus mengambil kesempatan itu,” ujar Norris kepada awak media. “Jika ada VSC atau Safety Car, kami berada dalam persaingan ketat untuk meraih podium yang bagus, bahkan posisi kedua untuk sebagian besar waktu, jadi kami berharap, saya berdoa, tetapi itu tidak pernah datang.”
Menanggapi jalannya balapan yang menegangkan tersebut, Norris mengakui bahwa timnya sempat berdiskusi sengit mengenai opsi mengganti ban ketika kompon kerasnya mulai mengalami degradasi parah. Meski demikian, keputusan akhir tetap diambil bersama untuk bertahan di lintasan demi mempertahankan posisi trek.
“Tim sempat berdebat apakah akan masuk pit untuk mengganti ban yang berbeda atau tidak, dan saya berharap memiliki peluang lebih baik dengan ban keras, tetapi ban itu terus terdegradasi. Kami memilih untuk tetap berada di luar; tidak ada perbedaan pendapat, dan tim telah melakukan pekerjaan dengan sangat baik pada strategi ini,” pungkasnya menutup sesi wawancara.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!