Fernando Alonso buka suara soal performa buruknya di kualifikasi sprint Grand Prix Belanda. Pebalap Aston Martin itu menuding Honda power unit upgrade justru menjadi biang keladi ia terdampar di posisi belakang grid.
Setelah akhirnya berhasil menembus Q1 untuk pertama kalinya musim ini di Hungaria berkat upgrade sasis besar-besaran, Alonso kembali terpuruk di Zandvoort. Ia dan rekan setimnya, Lance Stroll, sama-sama tersingkir di fase awal kualifikasi sprint (SQ1).
Masalah Alonso dimulai saat ia mengunci ban depan dan melebar ke gravel di Tikungan 1 pada percobaan pertamanya. Insiden itu membuatnya kehilangan waktu berharga di sesi yang berlangsung singkat ini. Ia pun hanya mampu menjadi pebalap terakhir yang mencatatkan waktu berarti di SQ1.

“Latihan bebas terasa oke, tapi di kualifikasi kami punya masalah dengan drivability mesin,” ungkap Alonso. “Mesinnya mendorong saat pengereman, jadi sulit menghentikan mobil karena tenaga yang berlebih. Lalu, tampaknya SLM (straight line mode) tidak berfungsi, jadi saya tidak bisa membuka sayap belakang. Kombinasi keduanya membuat lap terasa sangat rumit.”
Meski kecewa, Alonso enggan menyalahkan Honda sepenuhnya. Ia menilai power unit anyar itu masih “belum matang” dan butuh penyetelan lebih lanjut. “Latihan bebas terasa ada peningkatan. Masih terlalu dini, mungkin kontrolnya belum sempurna. Ini weekend sprint, jadi kami harus beradaptasi cepat. Kami akan mencoba memahami beberapa hal,” tambahnya.
Dengan hanya satu sesi latihan bebas sebelum sprint, Aston Martin harus bekerja ekstra keras untuk menemukan solusi. Hasil kualifikasi ini jelas menjadi pukulan telak bagi tim yang sebelumnya optimistis setelah performa apik di Hungaria. Akankah Alonso mampu bangkit di sprint race dan grand prix? Kita tunggu aksinya di Zandvoort.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!