WRC, Sportrik Media - Adrien Fourmaux dari Hyundai Motorsport mengalami insiden luar biasa di Reli Kroasia dalam ajang Kejuaraan Reli Dunia 2026, ketika partisipasinya berakhir lebih awal akibat penghentian lomba pada hari Sabtu.
Situasi yang awalnya bersifat teknis dengan cepat berkembang menjadi kejadian yang tidak terkendali di luar lintasan. Setelah mobilnya berhenti, sejumlah orang berkumpul di sekitar lokasi dan mencoba mengambil berbagai komponen dari mobil reli tersebut. Insiden ini menimbulkan ancaman langsung terhadap keselamatan aset tim di tengah minimnya kontrol situasi.
Menurut Fourmaux, upaya untuk mengamankan bagian mobil menjadi prioritas utama dalam kondisi yang semakin kacau.

“Kami berusaha menyimpan semua bagian karena ada beberapa orang yang mencoba mengambilnya—ban, bemper, lampu, pada dasarnya semua yang mungkin,” ujarnya.
Situasi semakin memburuk ketika salah satu individu membawa ban menggunakan trailer ke lokasi terpisah dan menyimpannya di dalam garasi tertutup. Dalam kondisi tersebut, co-driver Alexandre Coria harus bertindak cepat untuk melacak keberadaan komponen tersebut.
“Seorang pria membawa ban itu ke garasinya dan menguncinya. Alex harus mencari ke mana ban itu dibawa,” jelas Fourmaux.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah lokasi ban berhasil ditemukan dan sebagian komponen dapat dikembalikan. Namun, insiden ini menyoroti tantangan pengamanan dalam reli yang berlangsung di area terbuka dengan akses publik yang luas.
Di tengah situasi yang tidak stabil, bantuan datang dari warga lokal yang memberikan perlindungan terhadap komponen mobil. Sebuah keluarga setempat membantu memindahkan bagian-bagian mobil ke area rumah mereka untuk mencegah upaya pengambilan lebih lanjut.
“Keluarga itu datang membantu kami. Kami memindahkan semua bagian ke rumah dan halaman mereka agar aman,” kata Fourmaux.
Menariknya, keluarga tersebut memiliki keterkaitan dengan Prancis, menciptakan koneksi personal yang tidak terduga di tengah insiden tersebut.
“Rasanya seperti takdir. Mereka punya hubungan dengan Prancis, bahkan anak-anak mereka tinggal di daerah yang sama dengan kami,” tambahnya.
Setelah situasi berhasil dikendalikan, kru akhirnya dapat beristirahat dan berbagi makan bersama keluarga tersebut. Namun, momen tersebut kontras dengan ketegangan yang terjadi sebelumnya.
“Akhirnya kami makan siang bersama, tetapi sebelumnya situasinya benar-benar seperti perkelahian. Saya bahkan harus tetap di dalam mobil saat orang-orang mencoba mengambil bagian,” jelas Fourmaux.
Secara analitis, insiden ini menyoroti celah dalam aspek keamanan dan pengelolaan area reli, khususnya pada lokasi yang tidak sepenuhnya steril dari akses publik. Dalam konteks Kejuaraan Reli Dunia, kejadian seperti ini berpotensi menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara dan FIA dalam memperkuat protokol keamanan di luar stage kompetitif.
Reli Kroasia 2026 menjadi pengingat bahwa faktor eksternal di luar performa teknis dan strategi balap tetap dapat memengaruhi jalannya kompetisi. Insiden yang dialami Fourmaux tidak hanya berdampak pada hasil reli, tetapi juga membuka diskusi lebih luas mengenai standar keamanan dalam event reli modern yang semakin kompleks.



Discussion (0)
Join the Discussion!
Sign in easily to start commenting, replying, and interacting with other readers.
Latest Comments
No comments yet. Be the first!