WRC, Sportrik Media - Emil Lindholm bersiap menghadapi reli keduanya musim 2026 dalam ajang Kejuaraan Reli Dunia kategori WRC2 di Rally Islas Canarias, dengan fokus utama pada pengelolaan ban dan adaptasi terhadap karakter lintasan aspal yang kompleks.
Pembalap Finlandia yang memperkuat Toksport WRT menggunakan mobil Skoda Motorsport tersebut memulai musimnya di Reli Kroasia, di mana ia menghadapi sejumlah kendala teknis berupa beberapa kali ban bocor. Hasil akhirnya adalah posisi ketujuh di kelas WRC2, yang mencerminkan tantangan awal dalam membangun konsistensi performa.
Menjelang seri Kepulauan Canary, Lindholm mengandalkan pengalaman tahun sebelumnya serta hasil uji coba di Gran Canaria untuk menyempurnakan setup mobil. Penyesuaian difokuskan pada pengurangan tekanan dan panas berlebih pada ban depan, yang menjadi titik lemah utama pada edisi sebelumnya.

“Tidak ada perubahan besar dibanding tahun lalu. Kami hanya melakukan penyesuaian kecil untuk mengurangi tekanan pada ban depan, yang sebelumnya mengalami overheating,” ujar Lindholm.
“Dalam pengujian, kami berhasil menemukan keseimbangan mobil yang lebih baik.”
Karakter lintasan di Canarias yang menyerupai sirkuit balap memberikan tingkat grip tinggi, tetapi juga menuntut presisi dalam manajemen suhu ban. Lindholm menekankan bahwa kestabilan temperatur ban menjadi faktor kunci dalam menjaga performa sepanjang etape.
“Ban depan sangat tertekan di reli ini. Suhunya harus dijaga tetap stabil,” jelasnya.
Namun, kompleksitas reli tidak hanya berasal dari aspek teknis. Variabilitas cuaca di wilayah pegunungan Kepulauan Canary menjadi faktor tambahan yang signifikan. Kondisi lintasan dapat berubah secara drastis dalam waktu singkat, dari kering menjadi basah, yang berdampak langsung pada pilihan ban dan strategi balap.
“Meskipun di satu area cerah, di pegunungan bisa saja hujan atau jalan basah. Jika kering, ban keras adalah satu-satunya pilihan realistis,” tambah Lindholm.
Tantangan lain muncul bahkan sebelum reli dimulai, khususnya dalam proses reconnaissance (recce) untuk pembuatan pace notes. Kepadatan lalu lintas di etape khusus menghambat proses tersebut, menciptakan kondisi yang tidak ideal bagi pembalap dan co-driver.
“Ada banyak lalu lintas di etape, dan itu menyulitkan pekerjaan kami. Kami bahkan harus membuat catatan saat berada dalam antrean panjang kendaraan,” ungkapnya.
“Ini menjadi tantangan besar bagi semua peserta.”
Meski menghadapi berbagai kendala, Lindholm tetap melihat sisi positif dari reli ini, terutama kualitas lintasan aspal yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik dalam kalender musim 2026.
“Perasaannya tetap positif. Ini adalah reli yang menyenangkan dengan jalan aspal yang luar biasa.”
Rally Islas Canarias 2026 akan dimulai dengan shakedown dan etape pembuka di Las Palmas, sebelum berlanjut hingga Minggu. Secara analitis, performa Lindholm akan sangat ditentukan oleh kemampuannya mengelola ban, membaca perubahan kondisi lintasan, serta memaksimalkan akurasi pace notes dalam kondisi persiapan yang tidak ideal.
Reli ini menjadi ujian penting dalam upaya Lindholm membangun momentum di klasemen WRC2, sekaligus menguji ketahanan teknis dan adaptasi strategis di salah satu event aspal paling menuntut dalam kalender Kejuaraan Reli Dunia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!