SPONSORED

Eks Juara Dunia F1 Jody Scheckter Kalah Sengketa Pajak Rp1 Triliun di Inggris

Notifikasi
Ujang Suryana
Ujang Suryana
0
Eks Juara Dunia F1 Jody Scheckter Kalah Sengketa Pajak Rp1 Triliun di Inggris
TO NEWS OVERVIEW
Laverstoke Park House

Mantan juara dunia Formula 1 Jody Scheckter harus menelan pil pahit setelah kalah dalam pertempuran hukum bernilai jutaan poundsterling melawan Otoritas Pajak Inggris atau HM Revenue and Customs (HMRC) terkait sengketa keringanan pajak yang melibatkan bisnis pertanian miliknya.

Peraih gelar juara dunia bersama Ferrari pada musim 1979 tersebut sebelumnya mengajukan banding ke Pengadilan Tingkat Pertama. Langkah hukum ini ditempuh setelah otoritas pajak menolak permintaannya untuk mengalihkan kerugian substansial dari perusahaan pertanian Laverstoke Park miliknya guna mengurangi beban pajak penghasilan pribadi serta keuntungan modal yang ia miliki.

Scheckter, yang menetap di Inggris usai pensiun dari dunia balap mobil profesional, menggelontorkan dana pribadi hingga hampir 55 juta poundsterling demi menyulap Laverstoke Park Estate yang luas di Hampshire menjadi pusat pertanian organik dan biodinamik terkemuka. Operasional bisnis yang berjalan di bawah bendera Laverstoke Park Produce LLP tersebut justru mengalami kerugian finansial yang sangat besar dalam beberapa periode akuntansi berturut-turut.

McLaren Ungkap Livery Spesial Fans untuk GP Meksiko 2026
Baca JugaMcLaren Ungkap Livery Spesial Fans untuk GP Meksiko 2026

Berdasarkan undang-undang perpajakan di Inggris, aturan keringanan kerugian sampingan sebenarnya mengizinkan seseorang untuk mengompensasi kerugian perdagangan komersial terhadap sumber pendapatan lainnya. Kendati demikian, terdapat ketentuan undang-undang yang sangat ketat di mana aktivitas perdagangan wajib dijalankan secara murni komersial dengan ekspektasi realistis untuk meraup keuntungan dalam jangka waktu tertentu.

ADVERTISEMENT

Dalam persidangan, para hakim pengadilan mengakui bahwa Scheckter telah bertindak dengan integritas penuh serta mengejar proyek tersebut dengan ambisi murni membangun merek makanan organik kelas dunia, alih-alih mendirikan sarana penghindaran pajak. Pengadilan menyatakan bahwa sebuah entitas yang menyerahkan aset paling berharganya untuk digunakan pihak lain tanpa memungut bayaran dinilai tidak berjalan secara komersial.

Meskipun mengakui niat komersial sang legenda balap tersebut, pengadilan akhirnya memutuskan bahwa usaha pertanian itu tetap gagal memenuhi kriteria undang-undang yang ketat untuk mengklaim keringanan pajak, sehingga memperkuat keputusan awal HMRC. Kekalahan hukum ini terjadi di tengah dinamika properti pertanian Hampshire miliknya yang sebelumnya sempat dilepas ke pasar dengan banderol harga mencapai 58 juta poundsterling.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU