WRC, Sportrik Media - Oliver Solberg dan Sébastien Ogier harus mengakhiri reli lebih awal setelah mengalami kegagalan teknis saat perjalanan kembali menuju service pada Safari Rally Kenya 2026. Kedua pembalap Toyota Gazoo Racing tersebut sebelumnya memimpin klasemen sementara reli, namun masalah mekanis pada road section setelah loop Sabtu pagi menghentikan peluang kemenangan mereka.
Insiden ini menjadi titik balik besar dalam jalannya reli karena kedua mobil GR Yaris Rally1 yang sebelumnya berada di posisi pertama dan kedua tiba-tiba tersingkir secara bersamaan. Situasi tersebut membuka peluang bagi rekan setim mereka, Takamoto Katsuta, untuk naik ke puncak klasemen sementara di tengah reli yang dipenuhi berbagai masalah teknis bagi tim-tim pabrikan.
Wakil prinsipal Toyota, Juha Kankkunen, menjelaskan bahwa kondisi lintasan yang sangat berlumpur menjadi faktor utama kerusakan pada kedua mobil. Lumpur tebal yang menempel di area mesin menyebabkan kerusakan pada sistem alternator, sementara mobil Solberg juga mengalami gangguan tambahan pada komponen transmisi.

“The last stage was quite muddy and tough and the mud went into the engine side and broke the alternators for both of them,” kata Kankkunen.
“Oliver also has a little bit, let’s say transmission problem as well.”
Secara teknis, kondisi Safari Rally dikenal sangat ekstrem karena lumpur yang menempel pada komponen mekanis dapat mengganggu sistem pendinginan, pulley alternator, hingga sabuk penggerak. Lumpur yang mengeras seringkali bertindak seperti material abrasif yang dapat merusak komponen kecil namun vital pada mobil Rally1. Dalam kasus Solberg dan Ogier, kegagalan alternator menyebabkan sistem kelistrikan mobil tidak dapat mempertahankan operasi mesin saat perjalanan menuju service.
Kankkunen menambahkan bahwa komponen yang rusak sebenarnya sangat sederhana secara teknis, namun dampaknya bisa langsung mengakhiri reli ketika kerusakan terjadi di area yang sulit dijangkau.
“The mud is like cement and it can destroy small things very easily. Simple, very simple, cost you six euro, that part, but if it happens, it happens,” jelasnya.
Drama Toyota tersebut juga terjadi setelah sebelumnya Elfyn Evans sudah lebih dulu mundur akibat kerusakan roda belakang dan suspensi. Sementara itu, Sami Pajari kehilangan banyak waktu setelah mengalami puncture di roda kanan belakang.
Situasi tersebut menempatkan Katsuta sebagai pemimpin reli dengan Pajari berada di posisi kelima. Di antara keduanya kini terdapat tiga mobil Hyundai Motorsport yang dikendarai oleh Thierry Neuville, Adrien Fourmaux, dan Esapekka Lappi.
Dengan kondisi cuaca yang diperkirakan berubah dan lintasan Safari yang terus berkembang sepanjang reli, Kankkunen menilai drama teknis kemungkinan belum berakhir. Reli legendaris Afrika tersebut kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu event paling brutal bagi mobil dan strategi tim dalam kalender Kejuaraan Reli Dunia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!