WRC, Sportrik Media - Sebastien Ogier dan Oliver Solberg menjelaskan penyebab mundurnya mereka dari posisi pertama dan kedua pada Safari Rally Kenya 2026 setelah mengalami kegagalan teknis pada road section usai SS13 Sleeping Warrior. Kedua pembalap Toyota Gazoo Racing tersebut harus menghentikan reli ketika mobil GR Yaris Rally1 mereka mengalami masalah alternator akibat lumpur yang masuk ke area mesin.
Ogier menjelaskan bahwa peringatan kerusakan muncul tepat setelah ia menyelesaikan stage Sleeping Warrior. Kerusakan pada sistem alternator membuat suplai listrik mobil tidak stabil, sementara panjangnya road section menuju service park membuat tim tidak memiliki cukup waktu untuk memperbaiki masalah tersebut.
“Kami mendapat peringatan di garis finis Sleeping Warrior bahwa ada masalah pada alternator. Setelah itu road section menuju service park terlalu panjang untuk bisa mencapainya,” kata Ogier.

“Kami mencoba segala cara di road section untuk memperbaikinya dan mencari cara agar alternator kembali bekerja, tetapi tidak berhasil dan kami terpaksa mundur dari reli.”
Menurut Ogier, lumpur yang masuk ke dalam kompartemen mesin kemungkinan besar menjadi penyebab utama kerusakan tersebut. Ia bahkan mencoba mengganti belt alternator serta membersihkan bagian yang terkena lumpur, namun upaya itu tetap tidak cukup untuk memulihkan sistem kelistrikan mobil.
“Saya mengganti belt dan melakukan semua yang bisa saya lakukan, tetapi itu tetap tidak cukup,” ujarnya.
Juara dunia reli sembilan kali itu juga menilai Safari Rally tahun ini menjadi salah satu edisi paling ekstrem dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi lintasan yang sangat berlumpur membuat bahkan mobil Toyota yang dikenal sangat kuat di reli Afrika pun mengalami kegagalan mekanis.
“Saya rasa ini adalah Safari Rally paling ekstrem yang kami jalani dalam beberapa tahun terakhir,” jelas Ogier.
Sementara itu, Solberg mengalami kombinasi masalah yang lebih kompleks pada mobilnya. Selain kerusakan alternator yang serupa dengan mobil Ogier, mobilnya juga kehilangan daya penggerak akibat gangguan pada sistem transmisi setelah menyelesaikan stage.
“Setelah stage kami kehilangan penggerak pada mobil. Tidak lama setelah itu di tengah road section mobil benar-benar tidak memiliki drive dan saya harus berhenti,” kata Solberg.
Pembalap Swedia tersebut mengaku sangat kecewa karena insiden tersebut terjadi saat ia sedang mencoba mengelola ritme reli dengan hati-hati sambil mempertahankan posisi terdepan sejak awal lomba.
“Sangat menyedihkan ketika Anda berusaha berhati-hati dan mengelola balapan sambil memimpin sepanjang reli. Tapi begitulah reli.”
Keluarnya Ogier dan Solberg menambah daftar masalah bagi Toyota setelah sebelumnya Elfyn Evans juga mundur dari reli pada loop pagi hari. Rangkaian insiden tersebut kembali menegaskan betapa beratnya kondisi Safari Rally Kenya yang sering kali menjadi ujian ketahanan mobil paling ekstrem dalam kalender Kejuaraan Reli Dunia.
Meski peluang kemenangan telah berakhir, Ogier menegaskan bahwa ia tetap akan bertahan di reli untuk memanfaatkan format Super Sunday yang menawarkan poin tambahan pada hari terakhir kompetisi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!