Fabio di Giannantonio mengaku sempat percaya diri bisa mengejar dua Aprilia terdepan di awal Sprint MotoGP Silverstone. Namun, seperti rekan-rekan Ducati lainnya, ia justru kehilangan grip belakang dan harus bertahan hingga akhir.
Pembalap VR46 itu memulai balapan dengan gemilang, menempati posisi ketiga di belakang Jorge Martin dan Ai Ogura. Namun, setelah lap keempat, segalanya berubah.
“Rhythm-ku sangat bagus di awal. Feeling-ku juga oke. Aku pikir aku bisa lebih dari dua pembalap di depanku. Makanya aku mencoba menyalip Ai,” ujar di Giannantonio. “Tapi setelah lap keempat, aku mulai kehilangan grip belakang saat entry corner. Sulit sekali mengatur situasi, jadinya aku masuk mode bertahan. Sayang sekali.”

Pembalap yang akan pindah ke tim pabrikan KTM itu mengaku tidak menyangka penurunan performa secepat itu. “Aku tahu akan ada penurunan, tapi tidak secepat ini. Apalagi di awal aku tidak memacu terlalu agresif sampai merusak ban. Biasanya aku salah satu pembalap terbaik dalam menjaga ban. Jadi ini benar-benar mengejutkanku,” katanya.
Di Giannantonio akhirnya finis kelima, di belakang Marco Bezzecchi dari Aprilia dan Alex Marquez dari Gresini. Alex, yang menjadi pembalap Desmosedici terbaik, tertinggal hampir tujuh detik dari Martin. “Alex jauh lebih baik dari kami. Itu artinya aku bisa bekerja lebih baik,” ujarnya. “Tapi pastinya, sebagai Ducati, kami perlu meningkatkan performa.”
Ia juga menegaskan bahwa Aprilia sedang melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam manajemen ban. “Aku terus mengatakan ini sejak awal tahun. Aprilia lebih baik dari kami dalam hal ini. Kami harus berbenah,” tegasnya.
Menurut di Giannantonio, kunci keunggulan Aprilia terletak pada entry corner. “Dari sisi kami, paket kami sangat bagus. Motor kami cukup lengkap, tapi mereka punya keunggulan kecil di entry corner yang membuat mereka lebih rileks saat buka gas dan bisa mengelola ban lebih baik. Itulah yang harus kami perbaiki,” jelasnya.
Apakah balapan utama Minggu dengan ban medium akan berbeda? “Aku sangat berharap. Aku ingin percaya besok adalah hari baru dan kami bisa bertarung untuk menang. Tapi kita lihat saja besok!” pungkasnya.
Sementara itu, rekan setimnya, Franco Morbidelli, berhasil menyalip Marc Marquez yang kesulitan di lap terakhir untuk merebut posisi kedelapan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!