Masa depan Danilo Petrucci di ajang Kejuaraan Dunia Superbike atau WorldSBK berada di ambang ketidakpastian setelah sang pembalap asal Italia tersebut mengakui bahwa seri penutup di Jerez pekan depan kemungkinan besar akan menjadi penampilan terakhirnya di kejuaraan balap motor produksi massal tersebut.
Meskipun negosiasi intensif dan diskusi mendalam masih terus berjalan dengan tim GoEleven Ducati untuk mengamankan satu kursi balap pada musim depan, pemenang balapan ini belum bisa memberikan kepastian mutlak mengenai langkah karier selanjutnya di dunia balap internasional.
Di sisi lain, opsi untuk hijrah ke kejuaraan MotoAmerica bersama BMW pada tahun 2027 kini terbuka lebar di hadapannya, memberikan dilema tersendiri bagi sang rider dalam menentukan arah petualangan balap roda dua berikutnya setelah meninggalkan panggung WorldSBK.

Berbicara secara terbuka kepada WorldSBK.com usai merampungkan Race 2 di Estoril, ia menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangannya sendiri dan baru akan diumumkan secara resmi setelah seluruh rangkaian seri musim kompetisi tahun ini benar-benar tuntas sepenuhnya.
"Ada sesuatu, tapi masih terlalu dini," ujar Danilo Petrucci memberikan penjelasan terkait status negosiasi kontraknya saat ini. "Saya tidak tahu, secara jujur. Ada banyak hal yang harus disesuaikan, tetapi mari kita lihat perkembangannya ke depan."
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah memikirkan masak-masak apakah dirinya masih memiliki motivasi penuh untuk terus bersaing di kejuaraan tingkat dunia ini atau memilih jalur kompetisi yang berbeda demi kelanjutan karier profesionalnya di atas lintasan aspal.
"Pertama-tama, ini adalah keputusan yang harus saya ambil: apakah saya ingin terus membalap di kejuaraan ini atau tidak. Ini adalah keputusan saya, jadi saya harus memikirkannya dengan matang," ungkap sang pembalap.
Menghadapi akhir pekan penutup musim yang sarat emosi di Spanyol nanti, perasaannya berkecamuk antara rasa tidak sabar menyambut balapan dan keinginan kuat untuk menahan waktu agar momen perpisahan tersebut tidak pernah datang menyapa.
"Saya tidak bisa bilang bahwa saya tidak sabar menunggu Jerez karena di satu sisi saya sangat ingin segera berada di sana. Di sisi lain, saya sangat ingin menghentikan waktu dan bahwa kemungkinan besar balapan terakhir saya di World Superbike tidak akan pernah datang," pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!