SPONSORED

Daniel Ricciardo Ungkap Penyesalan Terbesar Tinggalkan Red Bull 2018

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Daniel Ricciardo Ungkap Penyesalan Terbesar Tinggalkan Red Bull 2018
TO NEWS OVERVIEW
Daniel Ricciardo Ungkap Penyesalan Terbesar Tinggalkan Red Bull 2018

Mantan pembalap Formula 1 Daniel Ricciardo akhirnya mengakui bahwa dirinya berharap tidak pernah meninggalkan Red Bull Racing pada akhir musim 2018 silam demi hijrah ke Renault untuk kompetisi 2019.

Daniel Ricciardo Red Bull Racing
Daniel Ricciardo, Red Bull Racing. Foto oleh: Manuel Goria / Motorsport Images

Selama membela skuad yang berbasis di Milton Keynes tersebut, pembalap asal Australia ini sukses mengamankan tujuh kemenangan Grand Prix. Namun keputusannya pindah secara mengejutkan membuka jalan bagi Max Verstappen untuk menjelma sebagai pembalap utama yang tak terbendung hingga merengkuh empat gelar juara dunia berturut-turut mulai musim 2021.

Berbicara dalam siniar resmi Formula 1 Beyond The Grid, ia mengonfirmasi bahwa manajemen tim sebenarnya sangat ingin dirinya bertahan saat itu. Jika melihat ke belakang dengan segala dinamika yang terjadi, ia dengan jujur menyatakan bakal mengambil keputusan yang berbeda dalam perjalanan karier balapnya.

FIA Gandeng Amazon Web Services Manfaatkan AI untuk Regulasi F1 2026
Baca JugaFIA Gandeng Amazon Web Services Manfaatkan AI untuk Regulasi F1 2026

"Jika saya harus menjawabnya secara singkat, ya. Saya rasa saya berharap bisa bertahan, kan? Saya berharap saya bisa bertahan tetapi, saya tidak tahu, saat itu saya pergi karena merasa mulai sedikit nyaman, sedikit terlena. Ada hasrat untuk mencoba hal lain. Jadi saya tidak tahu, itu tidak sesederhana hitam dan putih," ungkap sang pembalap.

ADVERTISEMENT

Pria berusia 37 tahun tersebut menyadari bahwa kepindahannya kala itu telah merenggut peluang emas terbaiknya dalam bertarung memperebutkan gelar juara dunia Formula 1. Meskipun sempat meraih kemenangan bersama McLaren di Monza pada 2021, kariernya perlahan meredup hingga akhirnya harus meninggalkan grid utama pada pengujung musim 2024 lalu.

"Jika saya bisa menjadi juara dunia, ya, apakah itu peluang terbaik saya? Ya, tentu saja. Jadi dari sudut pandang itu, saya merasa, 'Ya, saya sangat ingin tahu realitas lain jika saya bertahan.' Saya tidak ingin mengatakan itu menghantui saya, tetapi itu adalah satu hal misterius yang sangat saya minati bagaimana itu akan terjadi," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU