Menghadapi akhir musim MotoGP yang semakin mendebarkan, Direktur Jenderal Ducati Corse, Luigi Dall'Igna, menegaskan bahwa peta kekuatan tidak lagi ditentukan oleh karakteristik sirkuit. Pernyataan ini dilontarkan menjelang akhir pekan balap di Sirkuit Mandalika, Indonesia, yang sarat akan sejarah insiden masa lalu bagi sejumlah pembalap papan atas.
Pabrikan asal Borgo Panigale baru saja menyelesaikan misi penting di Motegi, Jepang, di mana Marc Marquez dan armada Ducati sukses meraih hasil maksimal. Meskipun akhir pekan tersebut diwarnai oleh kendala teknis terkait kompon ban yang memaksa seluruh kontestan menggunakan ban belakang jenis keras pada balapan utama hari Minggu akibat masalah blistering pada sesi Sprint, performa motor tetap kompetitif.
Hasil gemilang di Jepang membawa pembalap bernomor sembilan kali juara dunia tersebut memangkas jarak poin secara signifikan di klasemen sementara Kejuaraan Dunia Pembalap. Saat ini, selisih poin antara pemuncak klasemen Jorge Martin dan para pesaing terdekatnya semakin tipis, sementara Ducati juga berhasil menyamai perolehan poin Aprilia di klasemen konstruktor.

Kini, seluruh tim dan pembalap bersiap menghadapi seri balap di Mandalika, Indonesia, sebuah lokasi yang sempat menghadirkan kenangan buruk berupa insiden kecelakaan parah bagi Marc Marquez pada musim-musim sebelumnya. Kendati demikian, manajemen Ducati menolak untuk menyerah sebelum perlombaan dimulai dan tetap memegang optimisme tinggi dalam menghadapi tekanan ketat perebutan gelar juara.
Berbicara kepada media, Luigi Dall'Igna menyatakan bahwa fase krusial di pengujung musim mengeliminasi anggapan keunggulan sirkuit tertentu. Ketika ditanya mengenai peluang di Indonesia, ia menegaskan bahwa faktor kemampuan individu seorang pembalap menjadi penentu utama di atas lintasan. Dilansir dari FormulaPassion, ia mengungkapkan bahwa pada fase akhir musim, aspek lintasan yang menguntungkan atau merugikan sudah tidak lagi relevan karena seorang pembalap selalu mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya dalam situasi mendesak.
Lebih lanjut, Dall'Igna memprediksi bahwa sisa kalender balap musim ini akan menghadirkan tingkat kesulitan yang tinggi bagi seluruh kontestan. Meskipun ia memandang Jorge Martin dan Marc Marquez sebagai kandidat terkuat peraih gelar, ia tetap memperhitungkan potensi pembalap lain yang secara matematis masih memiliki peluang dalam perebutan mahkota juara dunia musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!