SPONSORED

Christian Horner Sentil Popularitas Guenther Steiner Lewat Drive to Survive

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Christian Horner Sentil Popularitas Guenther Steiner Lewat Drive to Survive
TO NEWS OVERVIEW
Christian Horner Sentil Popularitas Guenther Steiner Lewat Drive to Survive

Bos Red Bull, Christian Horner, melontarkan komentar blak-blakan mengenai perjalanan karier mantan prinsipal Haas, Guenther Steiner. Menurut Horner, popularitas global yang dinikmati Steiner saat ini sebagian besar merupakan hasil dari kesuksesan serial dokumenter Netflix, Drive to Survive, alih-alih prestasi gemilang di atas lintasan balap Formula 1.

Meskipun kedua figur penting ini telah malang melintang di dunia balap jet darat selama puluhan tahun, nama Steiner baru meroket tajam di mata publik luas setelah serial tersebut mengudara. Steiner sempat bekerja bersama Horner di Red Bull pada tahun 2005 silam sebelum akhirnya hijrah ke ajang NASCAR dan kembali ke paddock F1 untuk memimpin tim Haas pada musim 2006 hingga kontraknya tidak diperpanjang akhir 2023 lalu.

Dalam sesi promosi autobiografinya kepada Autosport, Horner menjelaskan bagaimana proses produksi televisi dapat mengubah citra seseorang secara drastis melalui teknik penyuntingan yang dramatis. Orang nomor satu di Red Bull Racing tersebut menyoroti bagaimana tayangan tersebut sukses membuka tirai rivalitas dan kepribadian para tokoh paddock kepada jutaan penonton baru di seluruh dunia.

Flashback F1 1985: Mengenang Rekam Jejak Riccardo Patrese Sebelum Era Kimi Antonelli
Baca JugaFlashback F1 1985: Mengenang Rekam Jejak Riccardo Patrese Sebelum Era Kimi Antonelli

"Orang-orang ini membuat sebuah tayangan televisi, jadi mereka mengambil rekaman berjam-jam lamanya, dan semuanya tentang bagaimana Anda menyunting sesuatu," ungkap Horner mengomentari dinamika balik layar serial populer besutan Netflix tersebut.

ADVERTISEMENT

"Anda bisa membuat seseorang terlihat seperti penjahat atau pahlawan, atau sebaliknya. Acara itu sangat sukses karena tiba-tiba membuka tabir beberapa rivalitas, kepribadian, kepribadian para pembalap, beberapa karakternya," imbuhnya sambil menambahkan bahwa rekannya tersebut bahkan tidak pernah mencicipi podium F1.

Kendati melontarkan sedikit candaan pedas terkait minimnya podium, Horner tetap memberikan apresiasi atas kontribusi besar Steiner dalam mendatangkan gelombang penggemar baru bagi ajang balap paling bergengsi di muka bumi ini. Ia mengenang masa-masa awal ketika pertama kali bertemu dengan sosok asal Italia tersebut di Milton Keynes.

"Tetapi bagus untuknya. Dia adalah seorang karakter, cukup menjadi karakter yang menakutkan ketika dia bekerja untuk kami, tapi ya, dia telah membawa basis penggemar baru ke dalam olahraga ini, yang sangat fantastis," pungkas Horner menutup kenangannya.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU