SPONSORED

Flashback F1 1985: Mengenang Rekam Jejak Riccardo Patrese Sebelum Era Kimi Antonelli

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Flashback F1 1985: Mengenang Rekam Jejak Riccardo Patrese Sebelum Era Kimi Antonelli
TO NEWS OVERVIEW
Flashback F1 1985: Mengenang Rekam Jejak Riccardo Patrese Sebelum Era Kimi Antonelli

Kisah perjalanan Riccardo Patrese di ajang Formula 1 selalu menyisakan memori mendalam bagi para pecinta balap jet darat, jauh sebelum nama Kimi Antonelli digadang-gadang sebagai tumpuan harapan baru Italia. Dalam kilas balik sejarah balap, salah satu momen paling ikonik terjadi pada Grand Prix Afrika Selatan di Sirkuit Kyalami tanggal 19 Oktober 1985 silam, di mana tensi tinggi di dalam garasi tim mendadak tumpah di atas aspal lintasan.

Kala itu, jalannya lomba langsung diwarnai drama sengit sejak awal lap akibat insiden beruntun yang melibatkan mobil-mobil papan tengah. Mobil Alfa Romeo 184TB yang dikemudikan oleh Riccardo Patrese mengalami senggolan keras setelah tersenggol oleh kendaraan Toleman yang dikendarai oleh Piercarlo Ghinzani, menciptakan efek domino yang berujung fatal bagi skuad pabrikan asal Italia tersebut.

Akibat hantaman dari mobil Piercarlo Ghinzani tersebut, laju Alfa Romeo 184TB tidak terkendali dan menabrak rekan setimnya sendiri, yakni Eddie Cheever. Insiden antarpasukan satu garasi ini praktis mengakhiri balapan bagi kedua pembalap secara bersamaan, memaksa mereka memarkirkan kendaraan lebih cepat dari durasi balapan yang seharusnya.

Prediksi Cuaca GP AS 2026: Suhu Austin Tembus 30 Derajat
Baca JugaPrediksi Cuaca GP AS 2026: Suhu Austin Tembus 30 Derajat

Suasana panas langsung terasa di pinggir lintasan Kyalami sesaat setelah insiden nahas itu terjadi. Riccardo Patrese dan Eddie Cheever terekam kamera terlibat dalam perdebatan sengit dan argumen panas di tepi trek, di mana keduanya saling melempar argumen tajam guna mencari siapa yang harus bertanggung jawab atas kekacauan tersebut.

ADVERTISEMENT

Kisah klasik dari era 1985 ini membuktikan betapa kejamnya dunia Formula 1 tempo dulu, di mana tekanan internal tim dan insiden balap kerap memicu drama emosional tingkat tinggi di sirkuit. Dilansir dari GrandPrix247, memori kelam di Kyalami ini tetap menjadi salah satu potongan sejarah paling dikenang dari perjalanan panjang karier sang pembalap senior asal Italia tersebut.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU