FIA tengah menjajaki langkah ambisius untuk memperkuat posisinya di China. Rencananya, badan otomotif dunia itu ingin membawa pabrikan mobil asal China ke WRC, atau menghadirkan putaran WRC di Negeri Tirai Bambu—atau bahkan keduanya. Jika terealisasi, ini bisa menjadi perubahan besar bagi kejuaraan reli paling bergengsi di dunia.
China terakhir kali menjadi tuan rumah putaran WRC pada 1999. Sempat masuk kalender 2016, namun rencana itu batal total akibat badai dan banjir yang merusak jalanan gunung di utara Beijing. Kini, setelah lebih dari dua dekade, wacana kembalinya China ke peta WRC kembali menguat.
Direktur Road Sport FIA, Emilia Abel, mengonfirmasi bahwa dirinya telah menggelar pertemuan dengan sejumlah pabrikan China di Dakar Rally pada Januari lalu. Ia menggambarkan tingkat minat mereka sebagai "sangat mengesankan". Dua nama yang santer disebut adalah Lynk & Co dan perusahaan induknya, Geely Auto.

Lynk & Co sebenarnya sudah lama dikaitkan dengan WRC. Akhir tahun lalu, muncul spekulasi bahwa M-Sport bisa saja bergabung dengan pabrikan China pada 2027, tepat saat WRC memperkenalkan generasi mobil baru. Namun, prinsipal M-Sport, Richard Millener, membantah keras isu tersebut di Rally Portugal.
"Itu pasti tidak benar! Tapi memang ada beberapa partner berbeda yang tertarik pada regulasi, situasi kejuaraan, dan arah seri ini. Saya pikir itu positif, tapi Malcolm [Wilson] sudah bekerja dengan Ford selama lebih dari 25 tahun dan dia tidak ingin berubah. Jadi tujuan utama kami adalah melihat apakah ada yang tersedia dari Ford," ujar Millener.
Pabrikan China terkenal dengan kendaraan listriknya, tapi Direktur Teknis FIA, Xavier Mestelan Pinon, menegaskan bahwa opsi powertrain lain juga sedang dibahas. "Jujur, cakupan mereka sangat luas. Ada juga V8, tapi juga teknologi EV dan hybrid. Mereka mencakup semua teknologi. Bukan hanya listrik," jelasnya.
Meski upaya olahraga dan teknis terus digenjot untuk meningkatkan popularitas WRC, salah satu hambatan terbesar bagi pabrikan adalah tingkat pengembalian investasi. Wakil Presiden FIA untuk Olahraga, Malcolm Wilson, menegaskan bahwa biaya menjadi isu kunci saat ini.
"Masalahnya sekarang adalah orang datang dan melihat Toyota serta Hyundai. Jujur, Anda tidak perlu jenius untuk melihat bahwa investasi besar telah dikeluarkan. Saya pikir kita perlu melakukan sesuatu tentang itu. Bersama promotor, kami punya rencana untuk menurunkan skala semuanya, membuatnya lebih menarik, lebih menghibur, dan memberikan pengembalian investasi yang lebih baik. Pada akhirnya, ini soal pengembalian investasi," tegas Wilson.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!