Marco Bezzecchi masih menyimpan keyakinan besar meski harapan gelar MotoGP 2026-nya mendapat pukulan telak di Misano. Pembalap Aprilia Racing itu terjatuh dari posisi memimpin di Tikungan 13 pada lap pertama Grand Prix San Marino, Minggu lalu, setelah sebelumnya tampil gemilang dengan merebut pole position berkat catatan lap rekor.
Insiden tersebut bukan sekadar kehilangan kemenangan, tetapi juga memperlebar jarak dari rival utama. Kini Bezzecchi tertinggal 33 poin dari Marc Marquez dan Jorge Martin yang bersama-sama memimpin klasemen, dengan delapan seri tersisa. Padahal, setelah GP Italia, ia sempat memimpin 17 poin. Artinya, terjadi ayunan 50 poin hanya dalam beberapa balapan.
Bertanya tentang peluangnya di GP Austria akhir pekan ini, Bezzecchi menjawab dengan tegas, "Selisihnya memang besar, tapi tidak gila-gilaan. Dengan format sekarang, peluang untuk mendapatkan atau kehilangan poin lebih besar. Marc lawan yang tangguh, jadi tidak mudah, tapi target saya saat ini adalah kembali konsisten."

Konsistensi memang menjadi kata kunci. Sebelum cedera di Sachsenring, Bezzecchi sempat tampil stabil, tetapi kemudian mulai melakukan beberapa kesalahan. Setelah comeback yang cukup baik, ia kembali terjatuh di Misano. "Saya sudah menganalisis data dan memahami kesalahan saya. Melihat rekaman memang menyakitkan, tetapi itu memberi kesempatan untuk memahami detail," ujarnya.
Misano menandai kali kelima dalam tujuh balapan terakhir Bezzecchi gagal finis di posisi poin, entah karena kesalahan, cedera, atau larangan tampil. Ini jelas bukan rapor yang diharapkan dari pembalap yang dikenal cepat. Pertanyaannya, apakah ia mampu menantang Marquez dan Martin hingga akhir musim?
Menariknya, Bezzecchi tetap optimistis. "Target saya adalah kembali ke konsistensi saya. Setelah itu, saya akan berusaha kompetitif dan bertarung sampai akhir," tegasnya. Dengan delapan balapan tersisa, peluang masih terbuka, tetapi ia harus segera menghentikan rentetan kesalahan jika ingin tetap dalam perburuan gelar.

MotoGP 2026 masih panjang, tetapi waktu terus berjalan. Bezzecchi harus membuktikan bahwa ia bukan hanya cepat, tetapi juga matang secara mental. Jika tidak, gelar juara bisa semakin menjauh dari genggaman.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!