Bos Erebus, Barry Ryan, akhirnya buka suara terkait insiden kesalahan pengisian bahan bakar yang memaksa Jarrod Hughes melakukan pit stop tambahan pada fase krusial balapan hari Minggu. Insiden tersebut sempat memicu spekulasi liar dan tuduhan miring dari berbagai pihak luar yang menduga adanya intervensi dari pabrikan demi mengamankan posisi pembalap lain di klasemen.
Namun, spekulasi tersebut langsung dibantah tegas oleh pihak Supercars yang mengonfirmasi bahwa mobil-mobil memang membutuhkan tambahan bahan bakar untuk bisa menyentuh garis finis. Ryan menjelaskan secara blak-blakan kepada Speedcafe bahwa insiden itu murni kesalahan manusia yang dilakukan oleh kru data muda mereka saat membaca skala pada menara bahan bakar.
"Itu adalah kesalahan dari petugas data. Kami tidak memasukkan cukup bahan bakar pada pemberhentian kedua," ujar Ryan. Ia menambahkan bahwa petugas tersebut keliru melihat skala pada tabung penanda, menyetelnya ke 70 liter alih-alih 80 liter yang seharusnya dibutuhkan oleh mobil Chevrolet Camaro.

Ryan juga menyayangkan reaksi keras media sosial dan publik yang langsung melayangkan tuduhan kecurangan tanpa melihat sisi kemanusiaan dari kesalahan seorang anggota tim yang masih muda. Ia menegaskan bahwa insiden serupa juga dialami oleh tim rival, PremiAir Racing, yang dikonfirmasi oleh bos mereka, Roland Dane, sebagai murni kesalahan manusia dari insinyur muda.
Terlepas dari drama di area pit lane tersebut, performa pembalap debutan Jarrod Hughes tetap mendapatkan apresiasi tinggi dari sang kepala tim. Tampil impresif sepanjang akhir pekan dalam ajang single-driver Supercars pertamanya, Hughes sukses menembus posisi sepuluh besar dan menunjukkan potensi luar biasa yang kini membebaninya dengan ekspektasi tinggi untuk meraih podium berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!