Francesco Bagnaia kembali menjadi sorotan setelah video yang beredar dari saluran televisi Spanyol DAZN memperlihatkan percakapan intensnya dengan sesama pembalap Ducati, Fabio Di Giannantonio, di paddock Misano. Dalam dialog tersebut, Bagnaia tampak mengungkapkan kekesalannya terkait penggunaan setup motor GP26. “Saya memakai apa yang mereka suruh,” ujar Bagnaia, merujuk pada arahan tim teknisnya. Pernyataan ini memicu spekulasi tentang hubungannya dengan Ducati yang semakin memanas.
Percakapan itu terjadi setelah balapan, ketika Di Giannantonio menyarankan agar Bagnaia mencoba setup dasar yang lebih sederhana, mirip dengan yang ia gunakan. Namun, Bagnaia dengan tegas menolak, “Mereka tidak mengizinkan saya.” Jawaban ini membuat Di Giannantonio mengangkat tangan tanda menyerah. Video tersebut dengan cepat menjadi viral, menambah daftar panjang ketegangan antara Bagnaia dan tim pabrikan Borgo Panigale.
Sejak paruh kedua musim 2025, performa Bagnaia memang menurun drastis. Juara dunia tiga kali itu kerap kesulitan bersaing di barisan depan, bahkan harus berjuang di posisi tengah. Dalam beberapa balapan terakhir, ia terlihat bertarung dengan pembalap seperti Franco Morbidelli dan Alex Rins, sesuatu yang tidak biasa bagi pembalap sekalibernya. Situasi ini memunculkan pertanyaan apakah ada masalah fundamental dalam komunikasi teknis antara Bagnaia dan timnya.

Jika benar Ducati membatasi pilihan setup Bagnaia, hal ini bisa menjadi preseden buruk dalam manajemen tim. Biasanya, pembalap top diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi pengaturan demi kenyamanan dan performa maksimal. Namun, dalam kasus ini, Bagnaia seolah tidak memiliki suara. Apakah ini bagian dari strategi Ducati untuk menyeimbangkan data antara Bagnaia dan Marc Marquez? Atau ada faktor lain yang belum terungkap?
Yang jelas, pernyataan Bagnaia ini akan menjadi topik hangat menjelang Grand Prix Austria di Red Bull Ring akhir pekan nanti. Sirkuit tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, dan setup yang tepat sangat krusial. Jika Ducati tidak segera memberikan penjelasan, konflik internal bisa mengganggu fokus tim dalam menghadapi sisa musim. Terlebih lagi, persaingan gelar semakin ketat dengan performa kompetitif dari tim lain.
Hubungan Bagnaia dan Ducati memang telah menjadi sorotan sejak lama. Kontraknya yang berakhir pada 2026 menambah ketidakpastian. Beberapa pihak menduga bahwa tekanan dari manajemen untuk mencetak hasil instan membuat Bagnaia frustrasi. Namun, hingga saat ini, baik Bagnaia maupun Ducati belum memberikan komentar resmi terkait video tersebut. Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya di Austria.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!