Pecco Bagnaia tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Pembalap Ducati itu melontarkan kritik tajam kepada penyiar MotoGP, DAZN, yang dianggapnya "sangat tidak menghormati" karena menyiarkan percakapan pribadinya usai San Marino Grand Prix. Video tersebut menampilkan obrolan Bagnaia dengan Fabio Di Giannantonio, di mana ia tampak mengeluhkan bahwa Ducati "tidak mengizinkannya" melakukan perubahan setelan tertentu. Bagi Bagnaia, itu adalah pelanggaran batas privasi yang tidak seharusnya terjadi.
Masalahnya, musim Bagnaia sedang diuji. Tiga balapan terakhir berakhir dengan crash, dan penyebabnya adalah masalah grip belakang yang masih misterius. Tekanan untuk tampil maksimal bersama Ducati jelas terasa. Di tengah situasi sulit itu, ia justru harus menghadapi kontroversi yang dibuat oleh media penyiaran resmi. Kamis lalu, sebelum Grand Prix Austria, Bagnaia pun buka suara. Ia menegaskan bahwa ucapannya telah diambil di luar konteks.
“Saya selalu ditanya apakah tim mendukung saya, dan saya selalu bilang ya—tim melakukan yang maksimal untuk membantu saya,” ujar Bagnaia, mengawali klarifikasinya. “Setelah itu, apa yang terjadi di Misano, bagi saya, adalah tindakan yang sangat tidak menghormati dari DAZN.” Ia menambahkan bahwa rekaman tersebut tidak lengkap, dan percakapan itu sebenarnya berlangsung secara privat, bukan rahasia, tetapi tetap tidak untuk konsumsi publik.

Bagnaia mengakui bahwa kata-kata terakhirnya dalam video itu memang tidak tepat. “Semua orang punya momen sulit, semua orang punya frustrasi. Kadang kita mengucapkan hal dengan cara yang salah,” akunya. Namun ia menegaskan maksud sebenarnya: ia sudah sering melakukan perubahan setelan yang diminta, tetapi Ducati tidak lagi mengizinkannya karena sudah terlalu sering dilakukan. “Saya tidak ingin melanjutkan hal semacam ini,” tegasnya. Sayangnya, apa yang keluar dari mulutnya terdengar berbeda.
Yang paling menyakitkan bagi Bagnaia adalah hilangnya rasa hormat dalam hubungan antara jurnalis dan pembalap. “Saya selalu berusaha bersikap baik kepada kalian semua, tidak pernah kasar, tidak pernah mengatakan hal yang salah, mencoba menjaga hubungan baik karena saya tahu betapa pentingnya hubungan baik dengan jurnalis—kalian yang berbicara kepada dunia untuk kami,” tuturnya. “Dan apa yang terjadi, bagi saya, tidak benar.” Ia pun menyayangkan bahwa kata-kata bisa dengan mudah dipelintir untuk menciptakan judul clickbait.
Konsekuensinya, Bagnaia mengisyaratkan akan lebih menutup diri di masa depan. “Kalian bisa mengambil kata-kata kami dan menaruhnya online sesuai keinginan kalian, karena tiga kata bisa memiliki dua konteks yang sangat berbeda—positif atau negatif,” katanya. “Kalian yang harus transparan dan memahami apa yang kami katakan. Tapi saya tahu kadang judul clickbait penting, karena begitulah cara kerjanya. Saya akan mencoba lebih sedikit bicara, dan ke depannya kalian mungkin akan mendapat lebih sedikit dari saya.”
Meski begitu, Bagnaia memastikan hubungannya dengan tim tetap solid. “Saya selalu bilang Ducati sangat mendukung saya,” pungkasnya. Kini, fokusnya adalah bangkit di Austria. Dengan modal Ducati yang kuat di Red Bull Ring—mereka tak terkalahkan di sana sejak 2016 kecuali satu kali—Bagnaia bertekad mengakhiri tren buruk. Tapi bayang-bayang kontroversi ini bisa menjadi distraksi. Apakah ia mampu mengesampingkan gangguan dan kembali ke performa terbaiknya? Kita tunggu aksinya di lintasan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!