Audi resmi melanjutkan niatnya untuk mengajukan banding atas hasil Grand Prix Italia yang melibatkan pembalap Racing Bulls, Yuki Tsunoda. Keputusan ini diambil setelah tim asal Jerman tersebut merasa keberatan dengan tidak adanya hukuman dari steward FIA terkait insiden tambahan lap formasi di Monza.
Insiden bermula ketika Tsunoda memicu lap formasi ekstra sebelum balapan dimulai. Race director Rui Marques menilai posisi start pembalap Jepang itu tidak ideal karena mobilnya miring ke arah pit wall. FIA pun memutuskan untuk membatalkan start dan meminta lap formasi tambahan. Namun, setelah balapan usai, steward memutuskan tidak memberikan penalti stop-and-go yang biasanya dikonversi menjadi hukuman waktu 30 detik.
Menurut Pasal B5.9.4 regulasi olahraga F1 2026, pembalap yang menyebabkan lap formasi tambahan harus masuk pit lane di akhir lap dan memulai dari ujung pit lane. Akan tetapi, Racing Bulls berargumen bahwa Tsunoda tidak keluar dari slot gridnya dan tidak mempengaruhi pembalap lain. Race director Marques juga menjelaskan bahwa ia bertindak demi kehati-hatian. Akibatnya, tim tidak mendapat pemberitahuan resmi dari race control bahwa Tsunoda adalah penyebabnya, sehingga tidak ada alasan untuk memerintahkan pembalapnya start dari pit exit.

Steward menyetujui interpretasi tersebut, tetapi Audi langsung menyatakan niat banding. Tim asal Ingolstadt itu merasa dirugikan karena Gabriel Bortoleto finis di posisi ke-11, tepat di belakang Tsunoda. Jika banding dikabulkan, Bortoleto akan naik ke posisi poin. Audi pun memanfaatkan jendela 96 jam setelah balapan untuk mempelajari buku aturan dan membangun kasus. Jendela waktu itu ditutup pada Kamis malam, dan sumber mengonfirmasi bahwa Audi akan melanjutkan proses banding.
Audi berpendapat bahwa buku aturan sudah jelas dan hitam putih: pembalap yang menyebabkan lap formasi tambahan harus dihukum. Ada argumen bahwa karena race director menganggap posisi start Tsunoda cukup alasan untuk membatalkan start, maka Tsunoda seharusnya memulai dari pit lane. Terlepas dari apakah banding ini cukup untuk membalikkan keputusan, Audi ingin mendapatkan klarifikasi dari steward untuk kejadian di masa depan. FIA sendiri belum menetapkan tanggal sidang banding.
Langkah Audi ini menunjukkan keseriusan tim dalam menegakkan regulasi, sekaligus membuka diskusi lebih luas tentang konsistensi penegakan aturan di Formula 1. Para penggemar pun menantikan hasil akhir dari proses banding yang bisa mempengaruhi klasemen pembalap.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!