Kimi Antonelli kembali membuktikan kelasnya sebagai pembalap muda paling bersinar di musim 2026. Dalam balapan yang penuh drama dan diwarnai strategi cerdik, pembalap Mercedes itu keluar sebagai pemenang Grand Prix Spanyol, mengalahkan Max Verstappen dan Lando Norris yang harus puas finis di belakangnya. Kemenangan ini menjadi yang kedelapan bagi Antonelli musim ini, sekaligus memperlebar keunggulannya di klasemen pembalap menjadi 81 poin.
Balapan di sirkuit baru Madring, Madrid, berlangsung sengit sejak lampu start padam. Norris yang memulai dari pole position langsung mendapat tekanan hebat dari Antonelli. Pemuda Italia itu beberapa kali mencoba menyalip, bahkan sempat memotong chicane saat usahanya gagal. Verstappen yang start dari posisi ketiga juga tak tinggal diam, ia memanfaatkan setiap celah untuk menempel ketat duo di depannya.

Insiden terjadi di awal lomba ketika Hamilton dan Verstappen bersitegang. Hamilton merasa Verstappen tidak seharusnya berada di depannya setelah memotong tikungan, sementara Verstappen mengeluh Hamilton nyaris menabraknya. Tim Red Bull akhirnya memerintahkan Verstappen untuk memberikan posisinya kembali kepada Hamilton demi menghindari penalti. Sayangnya, masalah rem yang dialami Hamilton membuatnya harus rela kehilangan banyak posisi dan akhirnya Ferrari memutuskan untuk menarik mobilnya dari balapan pada lap ketujuh. Ini menjadi pukulan telak bagi tim Italia tersebut.

Di tengah kekacauan itu, Norris sempat membangun keunggulan hingga 4,5 detik atas Antonelli. Namun, sebuah Virtual Safety Car (VSC) yang dikeluarkan akibat mobil Lance Stroll yang berhenti di Tikungan 20 mengubah segalanya. Mercedes dan Red Bull dengan cerdik memanggil Antonelli, Russell, dan Verstappen untuk masuk pit. Norris yang tidak sempat memanfaatkan momentum tersebut harus masuk pit setelah balapan kembali normal, dan petaka pun datang: pit stop-nya memakan waktu 7 detik, membuatnya terlempar ke posisi kelima di belakang Leclerc yang belum masuk pit.

Setelah Leclerc akhirnya masuk pit pada lap 48, Antonelli mengambil alih pimpinan balapan. Meskipun sempat mengeluhkan kemudi yang terasa aneh, pembalap berusia 20 tahun itu tetap tenang dan mampu menjaga jarak dari Verstappen. Norris yang berada di posisi ketiga berusaha keras menyalip Verstappen, namun juara dunia bertahan itu tampil solid dan tidak memberi celah. Hingga garis finis, Antonelli unggul 4,2 detik atas Verstappen dan 5 detik atas Norris.
Hasil ini semakin memperkokoh posisi Antonelli di puncak klasemen. Rekan setimnya, George Russell, harus puas finis kelima setelah kesulitan dengan suhu ban sepanjang akhir pekan. Sementara itu, Liam Lawson tampil impresif dengan finis keenam untuk Red Bull, diikuti oleh Franco Colapinto, Oscar Piastri, Arvid Lindblad, dan Nico Hulkenberg yang melengkapi sepuluh besar.
Balapan ini juga mencatat empat pembalap yang gagal finis: Carlos Sainz yang mengalami masalah pada mobilnya di hadapan pendukung sendiri, Sergio Perez dengan dugaan masalah sistem air, serta Lance Stroll yang bergabung dengan Hamilton mengalami masalah rem. Esteban Ocon harus puas finis ke-11, diikuti Gasly, Bortoleto, dan Tsunoda. Alex Albon menjadi satu-satunya pembalap Williams yang finis di posisi 15, di depan Bearman, Alonso, dan Bottas.
Usai balapan, Antonelli mengaku senang namun tetap rendah hati. "Ini balapan yang sangat sulit, terutama dalam mengelola ban. Senang bisa menang, tapi rasanya tidak sepenuhnya memuaskan karena menurut saya Lando pantas menang hari ini. Tapi kami ambil hasil ini. Secara keseluruhan, ini balapan yang kuat, terutama dengan ban hard di akhir kami memiliki kecepatan yang bagus," ujarnya. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Antonelli dan Mercedes menjelang triple header pertama musim 2026 yang akan dimulai di Grand Prix Azerbaijan, 24-26 September mendatang.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!