WRC, Sportrik Media - Direktur olahraga Hyundai Motorsport, Andrew Wheatley, memperingatkan bahwa bagian paling sulit dari Safari Rally Kenya 2026 kemungkinan belum terjadi meskipun rangkaian stage Sabtu pagi sudah menghadirkan banyak drama. Kondisi lintasan yang semakin rusak serta potensi hujan pada sesi sore diperkirakan akan memperparah tantangan bagi seluruh peserta reli.
Loop pagi hari telah memicu kekacauan besar di klasemen reli setelah beberapa mobil mengalami masalah teknis di lintasan yang berlumpur dan kasar. Di tengah situasi tersebut, tiga pembalap Hyundai yaitu Thierry Neuville, Adrien Fourmaux, dan Esapekka Lappi berhasil menempati posisi kedua, ketiga, dan keempat secara keseluruhan.
Namun Wheatley menegaskan bahwa reli masih memasuki fase yang sangat menentukan. Setelah satu kali lintasan dilewati oleh seluruh peserta, permukaan jalan menjadi lebih kasar dengan ruts yang semakin dalam. Kondisi tersebut dapat semakin memburuk jika hujan benar-benar turun pada sesi sore hari.

“I think this is classic Kenya,” kata Wheatley.
“And we haven’t done the hard loop yet. We still have the hard loop to come.”
Menurutnya, tim Hyundai sebenarnya memperkirakan stage setelah service siang hari akan menjadi momen paling krusial dalam reli. Namun tingkat kesulitan yang muncul pada loop pagi ternyata jauh lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.
Selain kondisi lintasan yang ekstrem, Hyundai juga harus mengatasi masalah teknis pada mobil i20 N Rally1. Ketiga mobil tim mengalami overheating akibat radiator yang tertutup lumpur, meskipun Wheatley menilai situasi tersebut tidak sepenuhnya identik dengan masalah yang muncul pada stage Camp Moran di awal reli.
“It’s very similar. The result is the same – the radiator has a lot of mud stuck in it because of the high temperatures under the bonnet,” jelas Wheatley.
Ia menambahkan bahwa kombinasi suhu mesin yang tinggi, lintasan berat, dan lumpur tebal memberikan tekanan besar pada komponen drivetrain mobil. Ketika radiator tertutup lumpur, aliran udara pendinginan menjadi terbatas sehingga temperatur mesin dan transmisi meningkat dengan cepat.
Meski menghadapi tantangan tersebut, Hyundai tetap optimistis dapat melakukan penyesuaian teknis untuk menghadapi loop berikutnya. Tim telah melakukan beberapa perubahan pada mobil sejak malam sebelumnya dan berencana melakukan modifikasi tambahan sebelum kembali ke lintasan.
“These are not conditions that you can replicate in Europe easily,” ujar Wheatley.
“That's why all of the competitors are having this kind of problem.”
Dengan kondisi lintasan yang terus berubah serta cuaca yang berpotensi memburuk, Safari Rally Kenya kembali menunjukkan reputasinya sebagai salah satu reli paling ekstrem dalam kalender Kejuaraan Reli Dunia. Loop sore hingga Super Sunday diperkirakan akan menjadi fase penentu bagi hasil akhir reli tahun ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!