Manajer Team 18, Adrian Burgess, mengakui bahwa keputusan timnya untuk tidak melakukan pertukaran posisi pada balapan hari Sabtu lalu merupakan sebuah pertaruhan besar yang nyaris menjadi bumerang. Keputusan kontroversial tersebut melibatkan dua pembalap mereka, di mana David Reynolds berada di depan penantang babak final, Anton De Pasquale. Tim memilih untuk mempertahankan posisi tersebut di lintasan karena mereka tahu Reynolds akan naik ke posisi kedua secara resmi setelah Matt Payne diganjar penalti waktu lima detik.
Meskipun strategi tersebut berbuah manis pada hari Sabtu dengan finis di posisi ketiga dan keempat, hari Minggu justru menghadirkan drama menegangkan yang menguji mentalitas seluruh kru. De Pasquale harus berjuang ekstra keras setelah mengalami awal balapan yang buruk pada hari Minggu. Ia hampir saja kehilangan tempat terakhir di zona cutoff klasemen final dari kejaran jagoan Toyota, Ryan Wood. Situasi menegangkan ini membuat Burgess sempat merenungkan kembali keputusan internal hari sebelumnya.
"Hal itu sempat terlintas di kepala saya beberapa kali; apakah kami akan menanggung malu di akhir balapan ini karena tidak mengubah urutan kemarin? Ya, saya tidak akan berbohong tentang itu. Saya memikirkannya," ungkap Burgess seperti dilansir dari Speedcafe. Kekhawatiran tersebut beralasan mengingat De Pasquale sempat terlempar ke posisi ke-22 pada sesi kualifikasi dan mengalami insiden senggolan di meter-meter awal balapan dengan pembalap Grove Racing, Kai Allen, yang langsung merusak ban belakang kanan mobilnya.

Insiden awal tersebut sempat memunculkan bayang-bayang kelam bagi Team 18, terutama setelah luka lama dua pekan sebelumnya di ajang Bathurst 1000 terbuka kembali akibat kehabisan bahan bakar di lap terakhir. "Itu seperti hidup dalam mimpi buruk lagi. Ketika Anda melihat ban merobek pelindung bodi, Anda pikir semuanya sudah berakhir," tambah Burgess. Namun, berkat ketenangan para mekanik dan insinyur, mobil bernomor tersebut berhasil diperbaiki dan kembali ke lintasan tepat di depan periode Safety Car.
Kelolosan dramatis De Pasquale ke babak final turut dibantu oleh keputusan dua pembalap Chevrolet lainnya yang terpaksa masuk pit di detik-detik akhir untuk mengisi tambahan bahan bakar. Terkait spekulasi kolaborasi pabrikan General Motors yang dituduhkan, bos motorsport GM Simon McNamara dengan tegas membantah adanya manipulasi. Burgess juga menegaskan bahwa aliansi pertukaran data yang terjalin antara Team 18, Erebus Motorsport, PremiAir, dan Matt Stone Racing sepanjang musim 2026 berjalan murni tanpa adanya instruksi tim yang merusak integritas balapan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!