Musim balap Formula 1 2026 menjadi periode yang penuh ujian berat bagi George Russell, di mana ia harus merelakan peluang gelar juara dunia jatuh ke tangan rekan setimnya di Mercedes. Menjelang GP Meksiko akhir pekan ini, pembalap asal Inggris tersebut mengakui bahwa ia menghadapi kendala performa yang signifikan sepanjang tahun, tertinggal jauh dari rekan mudanya.
Kendati beberapa kegagalan teknis turut mempercepat hilangnya peluang gelar, masalah utama Russell terletak pada ketidakmampuannya mengimbangi kecepatan murni Andrea Kimi Antonelli dalam sebagian besar seri musim ini. Ia kini tertinggal 123 poin di belakang sang rival garasi yang tampil luar biasa adaptif di bawah regulasi teknis anyar.
Dalam penjelasannya mengenai regulasi F1 2026, Russell membeberkan dua faktor krusial yang sangat membatasi gaya balap alaminya. Pertama, karakteristik unit daya baru menuntut efisiensi energi yang berbeda dari kebiasaannya yang terbiasa menginjak pedal gas lebih awal saat keluar tikungan.

"Saya selalu menjadi pembalap yang berfokus pada bagian tengah hingga keluar tikungan, yang sering kali berarti saya menginjak gas lebih awal daripada kebanyakan orang. Dengan unit daya baru ini, itu berarti saya menghabiskan lebih banyak energi, dan terkadang itu bukan cara mengemudi yang paling efisien untuk unit daya," ungkap Russell.
Faktor kedua yang menjadi batu sandungan adalah tekanan ban belakang yang ditetapkan Pirelli musim ini. Tekanan yang sangat tinggi pada gardan belakang dinilai memperparah kesulitan traksi saat keluar tikungan, membuat ban belakang kesulitan menahan beban kerja optimal dari gaya balap agresifnya.
"Kedua, tekanan ban tahun ini, terutama di bagian belakang, sangat, sangat tinggi. Pirelli telah mengambil margin beberapa PSI, terutama pada gandar belakang. Sekali lagi, itu sedikit menghambat saya dengan mendorong bagian keluar," tambahnya.
Menatap sisa balapan musim ini, prioritas utama peraih podium tersebut adalah memulihkan konsistensi performa yang sempat hilang secara drastis dalam beberapa akhir pekan balap. Ia bertekad menutup kompetisi dengan momentum positif daripada memikirkan posisi akhir di klasemen.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!