Sergio Perez secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki andil atau hak suara dalam menentukan siapa yang akan menjadi rekan setimnya di skuad Cadillac Formula 1 untuk musim 2027 mendatang. Kepastian masa depan pembalap asal Meksiko tersebut telah diikat lewat kontrak baru hingga musim 2029, yang diumumkan menjelang balapan kandangnya di Autodromo Hermanos Rodriguez, sebuah momentum spesial yang juga menandai penampilan ke-300 kalinya di ajang Formula 1 setelah sempat absen semusim pasca meninggalkan Red Bull.
Di sisi lain, masa depan rekan setimnya saat ini, Valtteri Bottas, masih berada dalam ketidakpastian meskipun sang pembalap Finlandia menepis anggapan bahwa kursinya di tim debutan tersebut tengah dalam bahaya. Prinsipal tim Marcin Budkowski sebelumnya sempat menolak untuk mengonfirmasi apakah susunan pembalap mereka akan tetap sama untuk musim depan ketika berbicara dalam rangkaian Grand Prix Amerika Serikat di Austin, membuka spekulasi luas di paddock mengenai komposisi skuad masa depan.
Sebagai bagian dari persiapan tim, pembalap cadangan Colton Herta dijadwalkan turun pista dalam sesi latihan bebas FP1 menggantikan Bottas di Meksiko. Langkah ini krusial bagi Herta untuk mengumpulkan poin superlisensi FIA yang dibutuhkannya agar bisa membalap di Formula 1, menyusul transisinya dari ajang IndyCar ke Formula 2 bersama Hitech tahun ini, di mana ia memanfaatkan sesi latihan resmi untuk memenuhi ambang batas poin tersebut melalui akumulasi kilometer di atas lintasan.

Mengomentari kontribusi positif yang diberikan oleh Herta selama musim debut tim, Perez mengungkapkan apresiasinya terhadap kinerja sang pembalap muda. Ia memuji bagaimana umpan balik teknis yang diberikan sangat membantu perkembangan mobil baru ini. Menurutnya, menjalani sesi FP1 bukanlah hal yang mudah untuk langsung menunjukkan kecepatan puncak, namun waktu simulator yang intensif mulai memperlihatkan potensi kecepatan sebenarnya dari pembalap asal Amerika Serikat tersebut.
Lebih lanjut, Perez menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan manajemen tim tanpa ada intervensi dari sisi pembalap. Ia menyatakan, "Saya tidak ingin ikut campur sama sekali, karena itu bukan keputusan saya. Itulah mengapa kami memiliki sosok seperti Marcin yang akan melihat seluruh data dan informasi untuk menentukan apa yang terbaik bagi masa depan tim." Dengan periode krusial dalam tiga hingga empat bulan ke depan untuk evolusi tim, Perez memilih fokus penuh pada tugas pengembangan performa di atas lintasan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!