Drama menegangkan langsung tersaji bahkan sebelum lampu start balapan Formula 1 padam. Sejumlah mobil mengalami masalah teknis yang parah saat menjalani putaran formasi, memaksa race control mengambil langkah darurat untuk menghentikan prosedur awal lomba. Situasi kacau ini memicu perdebatan panas di paddock, terutama dari pembalap senior Fernando Alonso yang secara terbuka melontarkan kritik pedas terhadap kebijakan pengawas balap.
Kekacauan bermula ketika beberapa kendaraan, termasuk mobil yang dikemudikan Lewis Hamilton, mendadak mengalami masalah kelistrikan dan merayap pelan di atas lintasan. Mengingat banyaknya pembalap yang keluar posisi dan beberapa bahkan terhenti total di tengah trek, F1 terpaksa membatalkan upaya start awal tersebut. Penundaan berlangsung selama 40 menit sementara pihak FIA mendiagnosis adanya gangguan bug perangkat lunak pada unit daya regulasi 2026.
Keputusan kontroversial diambil ketika FIA memutuskan untuk mengembalikan susunan grid ke posisi awal sebelum balapan benar-benar dimulai kembali. Langkah ini langsung memantik kemarahan Fernando Alonso yang kala itu seharusnya bisa mendulang keuntungan posisi start. Juara dunia dua kali tersebut menilai bahwa insiden mogok massal di putaran formasi seharusnya diperlakukan seperti kerusakan mesin biasa yang kerap terjadi dalam balapan normal.

Dilansir dari Crash.net, pembalap asal Spanyol itu dengan tegas menyebut keputusan mereset grid tersebut sebagai sesuatu yang sepenuhnya tidak adil. "100%. Maksud saya, ini balapan motor... jika ini masalah keamanan, saya mengerti. Jika ada lima mobil di tengah jalan atau semacamnya, kita harus menghentikan balapan dan kita perlu melihat apa yang sedang terjadi," ujar Fernando Alonso kepada para awak media.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa mobil-mobil yang bermasalah sebenarnya sudah berada di luar area lomba dan harus disorong oleh para marshal. Menurutnya, perlakuan khusus agar pembalap tertentu bisa bergabung kembali terasa sangat ganjil dan tidak sejalan dengan prosedur regulasi olahraga yang berlaku. Kendati demikian, di tengah kontroversi dan kerumitan teknologi mesin baru tersebut, Fernando Alonso tetap mampu menunjukkan performa impresif di atas lintasan dengan finis di posisi kedelapan, yang sekaligus mencatatkan hasil terbaik bagi Aston Martin sepanjang musim 2026.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!