Alex Marquez menegaskan bahwa melawan dominasi Aprilia di MotoGP Silverstone pada hari Minggu adalah hal yang "mustahil". Meski menjadi pebalap Ducati terbaik di Sprint, ia mengakui ketertinggalannya cukup besar.
Dalam Sprint race yang digelar Sabtu, Marquez finis keempat, terpaut hampir tujuh detik dari pemenang Jorge Martin. Aprilia berhasil mengunci podium, dan Marquez menyebut jika Raul Fernandez tidak crash, RS-GP bahkan bisa menguasai empat besar.
"Ya, tidak ada yang bisa dikatakan lagi. Hari ini P4 saya sebenarnya P5 tanpa crash-nya Raul, jadi dengan semua Aprilia di lintasan, P5 adalah maksimal yang bisa kami perjuangkan," ujarnya usai Sprint.

Meski mengakui gap hanya enam detik, Marquez merasa mustahil untuk bersaing selama 20 lap penuh. "Itu tidak terlalu besar. Saya pikir jika semuanya sempurna, karena Martin punya balapan bersih dan Ogura juga. Jadi, kami tidak terlalu jauh, tapi mustahil untuk berada di sana," tambahnya.
Menariknya, meski menjadi Ducati terdepan, Marquez tidak merasa dirinya yang terbaik dari pabrikan Bologna tersebut. "Mungkin karena saya cedera dan berkendara lebih mulus, itu membantu. Sejak Jerez kami punya tren positif, perasaan dengan motor sangat baik. Tapi saya tidak merasa jadi Ducati terbaik. Kami lebih setara dengan Diggia dan Marc," jelas pebalap Gresini Racing itu.
Pernyataan ini tentu menjadi tekanan bagi Ducati yang biasanya dominan. Akankah mereka menemukan cara untuk mengejar Aprilia di balapan utama? Kita tunggu saja aksinya di Silverstone.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!