Pekan balap Brazilian GP di Autodromo Jose Carlos Pace Interlagos menyajikan drama grid belakang yang unik melibatkan dua juara dunia. Lewis Hamilton dan Max Verstappen harus rela memulai balapan dari barisan paling buncit akibat akumulasi penalti komponen power unit. Menariknya, meskipun sang pembalap Scuderia Ferrari diganjar total penalti yang jauh lebih masif dibanding rivalnya dari Red Bull Racing, ia tetap berhak menempati posisi start yang lebih baik di grid hari Minggu.
Awalnya, garasi Ferrari hanya merencanakan pergantian komponen internal combustion engine pada mobil SF-26 milik pembalap Britania Raya tersebut. Skenario awal itu sejatinya hanya menghasilkan hukuman 10 grid tempat. Namun, kendala teknis mendadak pada power unit yang terdeteksi saat sesi latihan bebas ketiga memaksa tim kuda jingkrak mengambil langkah drastis dengan memasang mesin baru secara menyeluruh. Keputusan tersebut mendongkrak total hukumannya hingga menembus angka 75 tempat penalti.
Di sisi lain, pembalap asal Belanda yang mengandalkan nomor mobil #1 sudah menyadari sejak sesi kualifikasi bahwa situasinya sangat peluit. Pengambilan komponen baru pada mesin RB22 miliknya menghasilkan total 30 tempat penalti. Dalam sesi kualifikasi basah di Interlagos, Hamilton mampu mengamankan posisi ke-11, sementara Verstappen sengaja menghentikan perjuangannya lebih awal dengan tidak turun di Q2 demi menghemat kompon ban basah, yang membuatnya harus puas berada di urutan ke-16.

Mekanisme penentuan posisi start diatur secara ketat berdasarkan regulasi olahraga F1 terkait akumulasi hukuman. Regulasi membagi sanksi grid menjadi dua kategori utama, yaitu penalti 15 tempat atau kurang, serta penalti yang melampaui batas 15 tempat. Pembalap dengan sanksi ringan di bawah 15 grid diselesaikan terlebih dahulu penempatannya. Sebagai contoh nyata di garasi lain, George Russell menerima 5 penalti tempat dan Charles Leclerc harus mundur 10 grid akibat pergantian komponen serupa.
Setelah seluruh pembalap tanpa penalti dan sanksi ringan menempati slot masing-masing, barulah aturan Article B2.5.4.b.iv diberlakukan untuk sanksi di atas 15 tempat. Seluruh pembalap dalam kategori berat ini langsung dikirim ke barisan paling belakang grid. Penentuan urutan di antara mereka didasarkan pada posisi hasil kualifikasi murni, di mana angka akumulasi penalti di atas 15 sudah tidak lagi relevan. Karena Hamilton menyelesaikan kualifikasi di posisi ke-11 sedangkan Verstappen di urutan ke-16, sang bintang Ferrari berhak menduduki posisi start lebih depan di barisan belakang.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!