Tim Racing Bulls secara resmi mengumumkan perpanjangan kontrak jangka panjang bagi pimpinan tim, Alan Permane. Keputusan strategis ini memastikan figur veteran teknik tersebut akan tetap memegang kendali komando di pit wall markas Faenza hingga akhir musim 2031, sekaligus memperkokoh stabilitas struktural skuad satelit Red Bull tersebut di lini tengah Formula 1.
Sejak bergabung dengan skuad yang berbasis di Faenza pada awal tahun 2024 sebagai Direktur Balap sebelum dipromosikan menyusul pergeseran struktural manajemen, Permane telah menunjukkan kepemimpinan yang tenang dan penuh otoritas. Peran barunya ini tidak hanya mencakup posisi Team Principal, tetapi juga jabatan Co-CEO di sisi olahraga, di mana ia bekerja berdampingan dengan Peter Bayer yang fokus mengelola urusan komersial tim.
Keberhasilan mempertahankan kepemimpinan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari petinggi Red Bull. CEO Corporate Projects and Investments Red Bull, Oliver Mintzlaff, memuji kinerja luar biasa yang ditunjukkan oleh sang insinyur senior asal Inggris tersebut dalam mengangkat performa kompetitif Visa Cash App Racing Bulls di jajaran papan tengah kejuaraan dunia.

Dalam keterangan resminya, Oliver Mintzlaff menyampaikan apresiasi mendalam atas stabilitas yang berhasil dihadirkan. "Alan sedang melakukan pekerjaan yang luar biasa, dan kemajuan yang telah dibuat oleh tim adalah cerminan langsung dari pengalaman, komitmen, serta mentalitas kompetitifnya," ungkap Mintzlaff mengenai performa sang pimpinan tim.
Sementara itu, Alan Permane menyambut baik kepercayaan penuh yang diberikan oleh manajemen senior Red Bull untuk memimpin proyek jangka panjang ini. "Saya merasa sangat bangga dapat melanjutkan perjalanan ini bersama VCARB, dan saya ingin berterima kasih kepada semua pihak di Red Bull atas kepercayaan serta dukungan yang telah diberikan kepada saya," ujar Permane setelah menandatangani kontrak barunya.
Ia juga menegaskan bahwa pencapaian tim saat ini dalam bertarung memperebutkan posisi kelima di klasemen kejuaraan konstruktor merupakan buah dari kerja keras kolektif. "Bertarung untuk posisi kelima di kejuaraan adalah sesuatu yang harus sangat kita banggakan, tetapi ini adalah hasil dari kerja keras bertahun-tahun dari banyak orang, dan kita belum selesai," tambahnya menutup pembahasan masa depan jangka panjang tim.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!