Pekan balap Formula 1 di Autodromo Hermanos Rodriguez meninggalkan cerita tersendiri bagi George Russell yang memilih untuk langsung meninggalkan sirkuit dan melewatkan seluruh kewajiban media pascalomba. Keputusan terburu-buru tersebut harus dibayar mahal oleh skuad Mercedes setelah Federasi Automobil Internasional menjatuhkan sanksi denda sebesar 5.000 euro akibat mangkir dari sesi wawancara resmi.
Pembalap asal Inggris tersebut harus puas mengakhiri balapan di posisi keenam, sementara rekan setimnya yang tampil sensasional, Kimi Antonelli, sukses mengamankan podium ketiga sekaligus memastikan diri keluar sebagai juara dunia Formula 1 musim ini. Mengingat kapasitas dan keunggulan paket mobil Mercedes W17, banyak pihak awalnya menjagokan sang pembalap senior untuk merajai perebutan gelar, namun serangkaian nasib sial dan inkonsistensi performa justru menutup peluang emas tersebut.
Situasi pelik ini membuat persaingan posisi runner-up klasemen pembalap semakin memanas menjelang akhir musim. Sang peraih podium kini harus bertarung habis-habisan menghadapi gempuran poin dari para rival terdekatnya, termasuk Max Verstappen yang terus menempel ketat di barisan papan atas. Selepas memberikan selamat kepada rekan setimnya, peraih pole asal Britania Raya itu langsung mengambil langkah seribu karena merasa beban mental musim ini sudah mencapai batas puncaknya.

Menanggapi insiden tersebut jelang bergulirnya rangkaian GP Brasil di Interlagos, sang pembalap akhirnya blak-blakan mengenai alasan di balik aksi mangkirnya. Kekecewaan mendalam bermula dari insiden senggolan di lap pembuka yang membuatnya diganjar penalti waktu 10 detik akibat insiden dengan Isack Hadjar, merusak peluangnya meraih hasil maksimal di Autodromo Hermanos Rodriguez.
"Saya merasa sangat kecewa pada malam hari selepas balapan Minggu," ujar George Russell. "Lebih kepada kenyataan kehilangan hasil hebat akibat faktor-faktor yang lagi-lagi berada di luar kendali saya, dan itu benar-benar pil pahit yang sangat sulit untuk ditelan."
"Musim ini dipenuhi momen sulit, bangkit kembali, momen sulit lagi, lalu bangkit lagi, dan saya rasa sebagai individu, saya terus memiliki ketahanan untuk selalu bangkit dari keterpurukan. Semuanya mencapai titik puncak di Meksiko di mana saya merasa harus segera pergi dari sana karena apa yang terjadi tahun ini sungguh tiada henti."
Meski mengakui beratnya tekanan psikologis sepanjang kalender balap tahun ini, sang bintang perak menegaskan bahwa dirinya telah mengisi ulang tenaga dan siap kembali bertarung di sirkuit demi mengamankan posisi terbaik di klasemen akhir kejuaraan dunia.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!